Kapolda & Pangdam Cenderawasih Jenguk Korban Penyerangan Pospol di Paniai

Nabire – Kapolda Papua bersama Pangdam Cenderawasih, menjenguk korban penyerangan dan perampasan senjata api, Briptu Kristian Paliling, yang tengah dirawat di RSUD Nabire, selasa (19/05).
Saat menjenguk korban, Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab didampingi Kapolres Nabire, Kapolres Paniai, Dandim 1705/Paniai dan Direktur RSUD Nabire.
“Hari ini saya bersama bapak Pangdam, bupati Paniai serta beberapa perwira Polda dan Kodam XVII/Cenderawasih, baik kapolres Paniai dan kapolres Nabire datang untuk sekaligus menjenguk anggota kita saudara Cristian paliling yang kemarin mengalami kekerasan dari sekelompok masyarakat di Ndeotadi 99 dan kami baru dari TKP,” ujar Kapolda, seperti dilansir Nabire.Net dari media Wartaplus.
Kedatangan Kapolda, Pangdam dan rombongan ke Nabire memang untuk melihat kondisi korban Briptu Kristian Paliling. Briptu Kristian Paliling merupakan korban penyerangan dan perampasan senjata api yang terjadi di pospol pendulangan Ndeotadi 99 Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai pada 15 Mei 2020 lalu
“Bersyukur dari keterangan dokter yang menanganinya mewakili direktur rumah sakit bahwa keadaanya cukup normal, kami lihat tadi masih ada pendarahan-pendarahan tapi keterangan para dokter sudah bisa ditangani. Mudah-mudahan kita berharap segera bisa sembuh dan boleh pulih seperti sedia kala,” ucapnya bersyukur
Kapolda menuturkan dirinya prihatin dengan luka yang dialami, karena ada 4 sampai 5 yang cukup parah seperti di leher, punggung, belakang kepala. Menurutnya penganiayaan yang dilakukan cukup serius, sehingga itulah yang menjadi pertanyaan pihaknya.
“Padahal hubungan mereka ini antara pelaku dengan anggota-anggota di pos ini yang pertamakan jaraknya hanya sebelah rumah, kenapa bisa jadi tindak penganiayaan seperti itu, apakah ada persoalan personal atau persoalan perseorangan antara pribadi mereka, tapi kami yakin tidak,” kata Kapolda
“Dari keterangan warga masyarakat di TKP rupanya tidak seperti itu, selama ini hubungannya baik-baik saja, tapi kami akan terus melakukan penyelidikan atau penyidikan untuk membuktikan akar penyebab atau latar belakang terjadinya kekerasan ini, sehingga hingga hilangnya atau dirampasnya 3 pucuk senjata itu. Sebntar kami dengan bupati nabire, paniai, deiyai kita kan bicara bagaimana persoalan ini bisa segera diselesaikan dengan baik dalam arti kami memerlukan agar senjata yang dirampas itu bisa dikembalikan atau pelaku bisa menyerahkan diri,” jelasnya.
Kapolda menambahkan, tentu itu adalah upaya yang terus di lakukan, karena pihaknya belum tahu permasalahan yang sebenarnya, korban belum bisa diambil keterangan karena belum stabil untuk berbicara memberikan alur tentang kejadian latarbelakang dan lain sebagainya.
“Kami berharap lewat kesempatan ini para tokoh-tokoh saudara-saudara keluarga besar di kabupaten Paniai tolong bantu kembalikan senjata itu, kami juga akan mengevaluasi posisi keadaan anggota di pos itu, mungki jumlahnya kita perbanyak dan kita perlengkapi atau tidak, tadi dari warga masyarakat sudah menyampaikan keinginan dan harapan mereka dan sudah kami tangpung, malim ini kami akan membahas bersama para bupati untuk menjawab itu semua,” tutup Kapolda.
Sehari sebelumnya (18/05), Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hermas Asaribab meninjau Pos Polisi (Pospol) 99 Ndeotadi, Kabupaten Paniai, pasca-penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) pada akhir pekan lalu.
[Nabire.Net/WP]
Tinggalkan Komentar