Kampung PIAWAI untuk Kampung Ramah Anak Bertujuan Kembalikan Kondisi Anak-Anak yang Terdampak Pengaruh Smartphone

Nabire, Kampung PIAWAI untuk Kampung Ramah Anak bertujuan untuk mengembalikan kondisi anak-anak yang terkena dampak dari Smartphone dan kurangnya sosialisasi baik dalam kelaurga maupun RT.
Hal itu disampaikan Fasilitator UNICEF Kabupaten Nabire, Anna Merlyn Matini, kepada Nabire.Net, Kamis (15/06/2023).
Dijelaskan Anna, program Kampung PIAWAI untuk kampung Ramah Anak sudah dimulai bulan Agustus hingga Desember, untuk mengembalikan situasi anak-anak yang terkena
Fasilitator Kabupaten dari UNICEF, Anna Merlyn Matini, mengatakan, akibat pengaruh smart phone, tingkat sosialisasi anak menjadi kurang. Hal itu perlu dikembalikan.
“Sekarang kami masuk lagi kepada perlindungan anak, di Nabire kami fokus untuk 2 Kampung dan 1 Kelurahan. Kenapa kami pilih 3 tempat ini?
Pertama, karena Kelurahan Siriwini ini daerahnya daerah campuran dan tingkat kejahatannya paling tinggi terhadap anak-anak. Beberapa kali kita lihat ada beberapa kasus di daerah Smoker.
Sementara untuk Kampung Air Mandidi, UNICEF telah bekerja sama dengan Dinkes dan sedang menangani masalah stunting atau kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya
Sedangkan untuk Kampung Kimi, kondisi dan penanganannya sampa dengan Kelurahan Siriwini.
“Harapan kami dari kegiatan ini, kami harus membentuk Unit Layanan Terpadu untuk tercapaianya kampung ramah anak dan kabupaten layak anak dan sebenarnya sudah dilaunching lama dari tahun 2016 oleh mantan Menteri P3A, Ibu Yohana Yembise, tapi sampai sekarang tidak pernah terwujud karena tidak ada kampung layak anak dan itu salah satu kriteria penting yang harus dipunyai kabupaten”, pungkas Anna Merlyn Matini.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar