INFO NABIRE
Home » Blog » Kalah Saingan Dari Pedagang Sayur Keliling, Mama-Mama Papua Nekat Berjualan Hingga Malam Hari Di Pasar Samabusa Nabire

Kalah Saingan Dari Pedagang Sayur Keliling, Mama-Mama Papua Nekat Berjualan Hingga Malam Hari Di Pasar Samabusa Nabire

Demi terus memutar roda ekonomi dan meningkatkan pendapatan keluarga, mama-mama asal Papua tetap berjualan hingga malam hari di kawasan Pasar Samabusa, Distrik Teluk Kimi Nabire.

Hampir setiap hari, mama-mama tersebut menjual hasil perkebunan mereka hingga malam hari dengan penerangan seadanya dan sudah berlangsung cukup lama.

Bukan tanpa alasan, mama-mama papua tersebut tetap berjualan hingga malam hari, pasalnya, dagangan mereka tidak terlalu laku jika dijual pagi hingga sore hari, karena warga setempat lebih suka membeli sayur dari pedagang sayur keliling ketimbang berbelanja langsung ke Pasar.

Seperti dituturkan Mama Tabuni, mama Papua yang juga berjualan hingga malam hari di Pasar Samabusa, dirinya tetap memilih berjualan hingga malam hari, karena pedagang sayur keliling sudah berjualan pada pagi hingga sore hari.

“Siapa yang mau ke pasar sini beli tong punya rica, sayur, tomat, keladi, petatas, singkong, kalau kitong jual pagi hari sementara orang-orang lebih suka beli sayur dari mas-ma gerobak motor yang isinya semua lengkap”, ujar Mama Tabuni.

Oleh karena itu dirinya berharap agar para pedagang sayur keliling jangan mematikan dagangan mama-mama Papua di Pasar Samabusa, dengan tidak berjualan di Samabusa.

Pasar Samabusa dulunya merupakan Pasar Tradisional, namun pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah kabupaten Nabire.

Setelah diresmikan Bupati Nabire, awal bulan mei 2017 lalu, Pasar Samabusa, Distrik Teluk Kimi Nabire, mulai beroperasi melayani warga Samabusa dari pagi pukul 07.00 wit hingga sore hari pukul 18.00 wit sejak 25 September 2017 lalu.

Pasar Samabusa yang dibangun menggunakan dana dari Kementerian Perdagangan dengan besaran dana 7 Miliar lebih, memiliki 100 unit los kios dan 2 unit los pasar, serta dilengkapi 1 unit kantor UPTD.

Namun jam operasional pasar tetap tidak berlaku bagi mama-mama Papua walaupun sudah sering mendapat himbauan dari pengelola Pasar, tapi karena mama-mama Papua tersebut sangat membutuhkan uang dengan menjual hasil kebunnya, sehingga mereka tetap dibiarkan berjualan hingga malam hari.

[Nabire.Net/Carol.A]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.