Kala Hujan Deras Melanda, Pasar Kalibobo Nabire Akan Terlihat Seperti Pasar Apung
Kondisi jalan masuk Pasar Sentral Kalibobo Nabire semakin hari semakin parah dan semakin dikeluhkan oleh warga Nabire, khususnya para pedagang atau pengujung Pasar. Pasalnya selain jalan masuk yang rusak berat dan berlubang, kala hujan deras mengguyur kota Nabire maka dapat dipastikan Pasar Sentral Kalibobo terlihat bagaikan Pasar Apung yang dikelilingi oleh air berwarna coklat, atau bisa juga mirip Bagan Ikan.
Kondisi seperti ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan atau pemeliharaan jalan ditambah buruknya drainase.
Warga yang berkunjung ke Pasar Kalibobo mau tak mau, suka tak suka, harus bernyali menerjang becek dan lumpur agar bisa berbelanja di pasar, serta harus berhati-hati agar tidak terperangkap dalam lubang genangan yang sewaktu-waktu siap menerkam warga.
Bahkan dengan kondisi seperti ini, Pasar Sentral Kalibobo yang merupakan Pasar Induk di Nabire perlahan-lahan mulai ditinggalkan warga Nabire karena kondisi akses masuk yang rusak parah, ditambah lagi sampah yang kotor dan kumuh karena Pasar Kalibobo merupakan salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Nabire. Jika hal ini tidak diperhatikan, dikhawatirkan kedepannya Pasar ini akan sepi pengunjung sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan para pedagang.
Menanggapi persoalan yang ngeri-ngeri sedap ini, Pemerintah kabupaten Nabire melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Otto Riskandar Dinata, menjelaskan, dana pemeliharaan jalan Pasar Kalibobo ini sudah diusulkan Satker Pembangunan & Permukiman Provinsi Papua, pada tahun 2016 untuk tahun anggaran 2017. Namun karena adanya peristiwa luar biasa di Asmat, maka dana tersebut harus dialihkan ke Asmat.
Oleh karena itu, Otto Riskandar meminta agar warga Nabire bisa bersabar, dan berharap pemeliharaan jalan di Pasar Kalibobo bisa segera dikerjakan.
[Nabire.Net/A.S]
Tinggalkan Komentar