INFO NABIRE
Home » Blog » Ketua FKUB Nabire : Jika Hingga Saat Ini Nabire Boleh Senantiasa Aman, Semua Karena Penyertaan Tuhan

Ketua FKUB Nabire : Jika Hingga Saat Ini Nabire Boleh Senantiasa Aman, Semua Karena Penyertaan Tuhan

(Ketua FKUB Nabire saat memberikan sambutan pada acara Deklarasi Damai Nabire)

Nabire – Untuk menyingkapi situasi di kota Nabire pasca aksi unjuk rasa yang dilakukan di berbagai daerah di Papua maupun Papua Barat, Pemerintah kabupaten Nabire bersama berbagai elemen, melaksanakan Deklarasi Damai, bertempat di Aula Pemkab Nabire, Selasa (10/09).

Deklarasi damai yang dimulai selasa pagi tersebut, dihadiri oleh Bupati Nabire, Kapolres Nabire, Dandim 1705/Paniai, unsur Forkopimda kabupaten Nabire, Wabup Nabire, FKUB Nabire yang terdiri dari tokoh lintas agama, para pimpinan lembaga pendidikan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan elemen lainnya di Nabire.

Maksud dan tujuan dilaksanakannya Deklarasi Damai ini sebagai wujud ucapan syukur kepada Tuhan karena perlindungan dan kasih setianya sehingga kabupaten Nabire senantiasa berada dalam suasana yang aman dan damai.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua FKUB Nabire, Pdt. Junus Mbaubedari. Menurut Pdt. Junus, semua yang terjadi di Nabire tak lepas dari campur tangan Tuhan, dan bukan kekuatan manusia. Jika hingga saat ini Nabire boleh senantiasa aman, itu karena penyertaan Tuhan.

Pdt. Junus juga menegaskan bahwa agama apapun yang ada di negara ini, tidak mengajarkan kekerasan dan permusuhan. Agama adalah media untuk membawa kebaikan, kebenaran dan kemadaian yang harus dilaksanakan oleh setiap umat manusia, khususnya warga Nabire.



Hal yang sama juga disampaikan oleh Tokoh Masyarakat yang adalah Kepala Suku Biak Numfor, Enos Kafiar.  Enos mengajak semua elemen yang ada di Nabire untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, dan berharap deklarasi damai yang dilakukan bisa jadi patokan bagi warga Naire untuk hidup saling berdampingan, saling menghormati dan menghargai.

Adapun deklarasi damai yang disepakati bersama dalam kegiatan ini terdiri dari empat poin yaitu :

“Kami warga negara kesatuan republik Indonesia di tanah Papua dengan beragam suku, bahasa, agama dan adat istiadat bersepakat menyatakan…” :

  1. Menjaga Persatuan & Kesatuan di kabupaten Nabire

  2. Hidup berdampingan, rukun, damai, dengan penuh kasih sayang

  3. Sepakat untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu radikal di kabupaten Nabire

  4. Sepakat menolak separatis dan radikal di kabupaten Nabire

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.