Intelektual Muda Dogiyai : “Partai Memiliki Peran Penting Dalam Memilih Caleg Yang Berkualitas & Sanggup Bekerja”
Pelaksanaan Pemilu Legislatif 2019 tak lama lagi akan dilaksanakan. Warga masyarakat hanya berharap agar caleg yang nantinya terpilih benar-benar menyuarakan aspirasi rakyatnya dan bukan hanya banyak bicara tanpa aksi.
Demikian penuturan Mady Dimi, salah seorang intelektual muda Dogiyai, kepada Nabire.Net melalui pesan singkatnya, Jumat 3 Agustus 2018.
Dikatakan Mady Dimi, untuk memperoleh caleg yang benar-benar terbaik dan dianggap mampu menyuarakan aspirasi masyarakat, maka partai memiliki peran penting dalam memilih orang-orang terbaik untuk duduk di legislatif, mulai dari DPRD kabupaten/kota, DRPD provinsi, DPR RI, dan DPD RI.
Karena itu, dalam melakukan seleksi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), Mady Dimi berharap hal itu dilakukan melalui proses, syarat dan pendalaman tentang Bacaleg tersebut.
“DPRD Dogiyai saat ini banyak tidak melihat persoalan pembangunan serta permasalahan SDM dan SDA di Dogiyai, padahal tugas utama mereka adalah membangun daerahnya dengan memperhatikan aspirasi masyarakat sekaligus mengawal kebijakan eksekutif dalam pembangunan di Dogiyai”, ungkap Mady.
Menurut Mady, hal ini dikarenakan proses pengkaderan yang belum bagus, dan Mady berani mengatakan hal itu karena dirinya adalah putra daerah Dogiyai.
“Pimpinan Parpol adalah junci untuk melahirkan pemimpin yang berwibawa, berkarakter dan berjiwa membangun. selain itu, kelompok penyelenggara pemungutan Suara (KPPS) dan Tim pemungutan suara (TPS) adalah kunci mendatangkan pembangunan ataupun perubahan dan peningkatan perekonomian rakyat dalam suatu daerah pada umumnya. Justru karena itu, sebelum pencoblosan suara, harus di ketahui dulu siapa caleg-nya yang akan dipilih, demikian juga rekam jejaknya dan kedekatannya dengan masyarakat, sehingga nantinya ketika terpilih, caleg tersebut mampu menata daerahnya lebih baik lagi di segala bidang”, harap Mady.
Lebih jauh Mady menegaskan, menang saja tidak cukup baginya, tapi bagaimana Caleg tersebut setelah duduk nantinya benar-benar mampu mewakili rakyatnya.
“Para wakil rakyat kerjanya tidak berjalan efektif dan efisien karena pimpinan parpol asal berikan rekomendasi kepada bakal caleg tanpa melihat kemampuan dan karakter bakal caleg tersebut. Sebenarnya tujuan dari parpol itu untuk mencetak pemimpin yang berwibawa dan berkarakter untuk membangun SDM maupun SDA yang ada di daerah bukan hanya cari kepentingan semata. Kalau proses rekrutmennya tidak berkualitas, nantinya setelah caleg tersebut menjadi anggota dewan, apakah mereka bisa menjalankan tugas, tanggung jawab dan mengerti tupoksi kerjanya dan apakah melalui mereka bisa mendatangkan perubahan situasi dan kondisi daerah”, pungkas Mady.
[Nabire.Net/Musa.Boma]



Leave a Reply