INFO PAPUA
Home » Blog » Ini Tanggapan & Solusi Menteri Perhubungan Terkait Mahalnya Harga Tiket Pesawat Ke Papua

Ini Tanggapan & Solusi Menteri Perhubungan Terkait Mahalnya Harga Tiket Pesawat Ke Papua

Yogyakarta – Mahalnya harga tiket dari dan ke Papua akhirnya sampai juga ke telinga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Persoalan itu disampaikan Siska Sroyer, mahasiswa Pasca Sarjana UGM, ke Menhub, pada acara pembekalan calon wisudawan Pasca Sarjana UGM, selasa (22/01).

Kepada Menhub, Siska Sroyer mengeluhkan harga tiket ke daerahnya yang hampir mencapai 5 juta. Demikian halnya dengan daerah lain di Papua.

Menanggapi hal itu, Menhub Budi Karya menjelaskan bahwa mahalnya tiket menuju Papua karena tingginya biaya operasional yang ditanggung maskapai penerbangan, salah satu contoh untuk pembelian bahan bakar pesawat (avtur) yang lebih mahal dibandingkan dengan negara lain.

Disamping persoalan bahan bakar, faktor lainnya yakni persaingan ketat antar maskapai. Banyak negara yang ingin membuka penerbangan di Indonesia seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Untuk mengatasi mahalnya harga tiket ke Papua, Menhub mengatakan mungkin akan memberlakukan subsidi silang, seperti memberlakukan tarif murah pada jam tertentu dan tarif komersil pada jam tertentu.

“Semacam Yogyakarta, jadi diberlakukan tarif yang siang sama kaya yang dulu bisa Rp700 ribu atau Rp800 ribu. Tetapi yang pagi dan sore itu komersial, nah Papua mungkin akan saya lakukan begitu,” kata Menhub Budi Karya, seperti dilansir Nabire.Net dari Kantor Berita Antara.

Dijelaskan Menhub, pemerintah pernah memaksakan agar tarif penerbangan ke Papua seharga 1.5 juta, namun hasilnya ada maskapai yang collapse sehingga hanya bisa melayani seminggu sekali ke Papua.

[Nabire.Net/Ant]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.