Ini Penjelasan Lengkap PLN UP3 Nabire Terkait Blackout Di Nabire

Nabire – Pemadaman listrik total (Blackout) terjadi di Nabire sejak Minggu subuh (13/10), pukul 03.00 Wit hingga pukul 12.00 Wit. Blackout disebabkan terbakarnya Netral Grounding Resistor yang berada di PLTMG Kalibobo, akibat sambaran petir.
PT. PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire, memberikan kronologis lengkap terjadinya Blackout hingga penormalan.
(Baca Juga : Kabel JTM Tersambar Petir, Nabire Blackout)
Dalam keterangan yang diberikan oleh PLN UP3 Nabire, dijelaskan, pukul 03.13 Wit, Minggu subuh (13/10), sistem kelistrikan Nabire beroperasi dengan beban 10.47 MegaWatt dengan kondisi cuaca ekstrim hujan deras disertai dengan petir.
Sesuai dengan laporan dari operator, terjadi penurunan beban menjadi 6.5 MW dengan mesin 1 dan mesin 2 PLTMG tetap online. Bersamaan dengan penurunan beban tersebut operator menemukan kondisi NGR (Netral Grounding Resistor) dalam kondisi terbakar.
Hal itu disebabkan sambaran petir ke Jaringan Tegangan Menengah Interkoneksi 1 (Jaringan yang menghubungkan PLTMG Kalibobo dengan sistem kota Nabire) hingga kawat JTM putus dan menyentuh tanah.
Sekedar informasi NGR merupakan komponen yang dipasang antara titik netral trafo dengan pentanahan, dan NGR berfungsi untuk memperkecil arus gangguan yang terjadi. (kondisi NGR yang hangus terbakar masih dalam proses identifikasi).
Kemudian sistem diamankan offline Pukul 03:34 Wit (pemadaman). Selanjutnya petugas PLN melakukan pemeriksaan dan perbaikan baik di sisi jaringan maupun di sisi pembangkit.
Pukul 11:30 Wit, kondisi sistem kelistrikan kembali dilakukan penormalan dengan beban awal 1.7 MW dan penormalan sistem selesai pukul 12:09 Wit.
Atas kejadian ini, PLN UP3 Nabire memohon maaf kepada warga Nabire dan memohon doa agar perbaikan bisa segera diselesaikan.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar