Selama sepuluh tahun terakhir, saya sering dengar orang bicara soal Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) di New Guinea, pada Juli-Agustus 1969 dimana 1,026 warga Papua pilih 100 persen ikut Indonesia. Namun dalam masyarakat Papua, trada banyak orang tahu daftar tersebut. Pemilihan itu, dari cerita orang-orang tua, juga dibikin dalam tekanan dan ancaman.
Saya temukan buku Boven Digul: Lambang Perlawanan terhadap Kolonialisme karya Tarmidzy Thamrin (2001) dimana dilampirkan nama-nama 1,026 orang tersebut. Thamrin Banjar, pernah diasingkan Belanda di Boven Digul, selama 4.5 tahun, sejak 1950. Thamrin mengutip daftar tersebut dari SK Gubernur Irian Jaya No. 32 tahun 1991 tertanggal 23 Februari 1991. Dorang lampirkan daftar dalam buku.
Tapi menurut buku Salikin Soemowardojo dalam buku Penentuan Pendapat Rakyat di Irian Barat, terbitan Pemerintah Daerah Provinsi Irian Barat 1969, Pepera dilakukan bertahap. Mula-mula di Merauke, 14 Juli 1969, dengan 175 orang, lalu Jayawijaya, 16 Juli, dengan 175 orang, lalu Paniai (175 orang) pada 19 Juli, Fak-fak (75 orang) pada 23 Juli, Sorong (109 orang) pada 26 Juli, Manokwari (75 orang) pada 29 Juli, Teluk Cenderawasih (131 orang) pada 31 Juli serta Jayapura (110 orang) pada 2 Agustus 1969.
Bila angka-angka tersebut dijumlahkan, saya dapat angka 1,025 orang. Salikin juga menulis bahwa 1,025 orang tersebut, tidak semua wakil rakyat Papua hadir saat Pepera. Di Merauke, Paniai, Teluk Cenderawasih dan Jayapura, masing-masing ada satu orang tidak hadir. Artinya, dari 1,025 masih dikurangi empat, menjadi 1,021 orang. Uniknya, walau empat orang tidak hadir, suara mereka tetap dihitung hadir.
Lebih aneh lagi. Dalam daftar milik Thamrin, ada “Kabupaten Yapen Waropen” ikut dalam Pepera plus delapan kota lain, sama dengan Salikin. Total Thamrin sebut ada sembilan kota dimana Pepera dibikin. Salikin hanya sebut delapan tempat. Saya duga dua angka tersebut dibuat berdasar pembagian wilayah saat masing-masing daftar dibikin. Thamrin mengacu pada pembagian administrasi wilayah pada 1991 dimana sudah ada Yapen Waropen. Dan Salikin pada data 1972 dimana Yapen Waropen masuk wilayah Teluk Cenderawasih.
Saya kira siapa saja yang ikut Pepera perlu diteliti lagi. Daftar Tarmidzy Thamrin tersebut penting untuk diketahui banyak . Maka saya putuskan guna ketik ulang agar daftar ini mudah ditemukan lewat Google. Saya ketik sesuai asli dari buku Thamrin.
Daftar Nama-nama Anggota Dewan Musyawarah PEPERA
A. Kabupaten Manokwari
1. A.Y. ANIMAN
2. ABRAHAM BONAY
3. AGUS NUMBERY
4. BASTIAN GEORGE TANATI
5. B.Y.OHILULIN
6. DIRKBERNANDUS URUS
7. EGBERT DIMARA
8. ELIEZER DEKY WETTEBOSSY
9. JAN MANDACAN
10. JACON MANDACAN
11. Nn. JOCHBETH JULYANA MONOGIN,K.
12. MELKYAS KESULIJA
13. PHILIPUS GODENRIDUSBAUW
14. PHILIP MANDACAN
15. SIMON MANSIM
16. JACOBUS WOFFF
17. PIETER MANDACAN
18. MARINUS IWO
19. SIMON MANDACAN
20. THEO RUMERE
21. JOHANNES MATHEUS TENIHUD
22. HANS WABIA
23. MESES WANGGAI
24. ELISA KAJUKATUI
25. DAVID WARAN
26. AWU SAIBA
27. FREDERIKA WERIANGGI
28. JUNUS AJAMESIBA
29. AMOS WORISIO
30. AGUSTINUS KEREWAY
31. ROBERT SAMADUDA
32. DANIEL XAVARIUS MANIBUY
33. RUBAYA ALKATIRI
34. BAREND MANDACAN
35. JACOB MEIDODGA
36. LODEWIJK MANDACAN
37. NICODEMUS MANDACAN
38. ARNOLD AINUSI
39. ZACHARIAS SAJORI
40. HENDIK SAJORI
41. HERMAN KAJUKATUI
42. MEGEHIRA TOASIBA
43. JOSEPH KAWAY
44. LODEWIJK SAJORI
45. GODLIER MARANI
46. FILIEP AURI
47. ELISA HENDIKA JAMESIBA
48. STEFANUS RAFASI
49. WENAND AKWAN
50. HERMES MANIBUY
51. SIMON SAMADUDA
52. ONISIMUS SAMADUDA
53. CORNELIS TRORBA
54. MUHAMMAD FIMBAY
55. REFINUS DORISARA
56. BAREND ASMORUM
57. GUSTAF JOPARI
58. DORTHEIS MAIDODGA
59. ALEX WABIA
60. BASTIAN WARAN
61. KLEOPAS KAFIAR
62. MOHAMMAD OMBAIER
63. NAWARISA NAZAR BAUW
64. PETRUS WETTEBOSSY
65. PETRUS TUTUROP
66. Ds. TERJANUS RUMAYOM
67. FRANSISCUS SERANG
68. NY. MARIA LATUHERU BETAY
69. NY. JACOMINA URBON
70. SAUL JENU
71. JAN WANGGAI
72. FRITS MAY
73. MOSES RUHULIMA
74. SAUL MAKER
75. IBRAHIM LATENG HEREMBA
B. Kabupaten Merauke
76. MARCUS JOSEPH FOFID
77. NY. NATLIA TALAUT
78. PAULUS NAFI
79. PETRUS FRANS SEMBOR
80. MUHAMMAD KASDAN
81. PETRUS DUMATUBUN
82. J.M. RISAMASU
83. D.A. FATRUAN
84. W.TUHEPARY
85. SOEMARTO WARDOYO
86. JULIUS NGAMEL
87. N.O. DE QUELJOE
88. ELIZA PEPIANA
89. NY. ELSINA METERAY
90. ROSA TEMBAIB
91. ELY DOMINGGUS STEPANUS IMKOTTA
92. NY. E. ENAWELKA
93. Nn. VICTORIA MATURBONGS
94. S.S. DJONI
95. D.J.APAY KANGKIM
96. SEVERINUS RENWARNI
97. ABD. HALIKALKATIRI
98. J.J. SOMAR
99. H. KALIMAN MANGUNROTO
100. LABAN FELUBUN
101. PARTINI SASIYAH
102. M. KASAN MULJODIRONO
103. NY. PUTURUHU
104. ENGELBERTUS RAHAILWARIN
105. J. NGGONE MAHUSE
106. SILUBUN MELCHIOR
107. LABULA
108. ACHIR KASLIMIN
109. NY. Z. S. P. PRIMASSU
110. BERNADUS GEBUKUA
111. J. JULIUS RAHAKBAUW
112. ANTONIUS SATEK
113. BENEDIKTUS KAMOKOPIMU
114. SOEMARDJI REDJO
115. ABDUL MANAP
116. PETRUS TARO GEBSE
117. TATIHERLULY RIMBO
118. J. TEPRO NDIKEN
119. TASMAN TATANG
120. DAVID THOMBA WAMEJAB
121. KAMIDJAN HASAN MAKMUR
122. FRANS LEONARD MANDESSY
123. F.J. RETTOB LAUT
124. DAVID UGO
125. EPHRAIM TOMY
126. THOMAS ONAM
127. ROMANUS GURU
128. ST. WAFFA
129. PAULUS JOSEPH JANOA MAHUSE
130. TARISUS KASABE GEBZE
131. M. S. KAISE
132. PETRUS TIKUK
133. L. KAMOPOP
134. ALFONS ENDOM
135. IKWARON
136. A. ARAM
137. EASEBIUS KOJAN
138. KAREL KERANOP
139. JOSEPH MATAMKO KURUT
140. OTIROP LONGGOWAN
141. ARNOLD ARON
142. BIBIANUS FRANSISCUS BINGGO
143. ADRIANUS KONGGONO
144. JACOBUS AMTA
145. HENDRIKUS JOSEPH RAHALUS
146. ALFONS WALEWOMAN
147. NY. CORNELIA DAMBUDJAI
148. FELIX MATURBONGS
149. BONEFASIUS SAMAKAKI
150. WILEM RESUBUN
151. FX. FUTUNANEMBUN
152. PAULUS TARAM
153. KASIMIRUS NIGIN
154. ALEXSIUS TADEJAPKAIMU
155. MARSIA GAJARI
156. HERMAN JOSEPH ESOMAR
157. DOMINIKUS JAMIEAN
158. PETRUS IMBIRI
159. PETRUS JOSEPH RETTOBLAUT
160. LUSIDIUS NUHUJANAN
161. JACOB TJEMMAMOK
162. MAX MILIANUS HURULEAN
163. D. RAHAIJAAN
164. ANDRIANUS SETTITT
165. ANDRIANUS FARNEUBUN
166. JOHANIS PAKANANTJIS
167. HERMAN FARNEUBUN
168. PATRISIUS JEBMOB
169. OTTO ARAR
170. GERADUS OHOIWUTUN
171. VITALIS NDIKEN TAHAKU
172. PAULUS BASIK-BASIK
173. ANTONIUS KITI
174. GOLDJAI
175. PETRUS KOWOMU
176. ULUTIROP
177. JOHANIS BAPA AMBUNAP
178. NICOLAS DIMU
179. JERMIAS JENIMO
180. AMANDUS AMAY MANGGAIMU
181. BLASIUS KABANIMU
182. ANAKLETUS KABAJAMU
183. THADEUS TARI
184. MARCUS TABU
185. ADRIANUS ANABRO
186. MICHAEL TAMA
187. KAPES JAPEN
188. JOHANIS KOMAI KAIMAGAIMU
189. DANIEL KAIMERAMU
190. JACOB NGASMAN
191. IRENEUS DJIRIU
192. JUFENSIUS MBAJIT
193. THOMAS SIMPAR
194. PAULUS ATEMBER
195. PAULUS TJENKAMPER
196. BISIR
197. FABIANUS
198. BESTAGAIS
199. AMATUS AMNAP
200. SIMON TJEMEN AKAT
201. ADRIANUS ATJU
202. JOSEPH JUAK
203. PRIMUS BISAI
204. MOSES RARO
205. SELVINUS LATUMAHINA
206. THOMAS RAHAYAAN
207. H. DUMATUBUN
208. P. LAKAY
209. MOH. SALEH RUMASUKUN
210. SALIMAH THAMRIN
211. FRITSOTHNIL WERLUKEN
212. TH. RAMANDEY
213. JULIANA KABES
214. THERESIA MOTOP
215. ALLEGONDA RETTOP
216. NY. DOMINIKA KANDAI-MULAMORA
217. MACIMUS DADU AMTA
218. THEODORUS TAWURUTUBUN
219. AGNES MANENAKOA
220. PETRUS GEK
221. JOSEPH KOTOWIJONG
222. ANTONIUS ANONG
223. KAREL KAIGIT
224. PIUS TOWA
225. KETOIM
226. KONOWAROP UGJANDID
227. MAURITSIUS MAMU
228. WANGGUMOB
229. PIUS PISO
230. OPESU
231. DOMINIKUS AWOM
232. SIMON ABOGOI
233. JACOBUS KODE
234. KAJUS KAJUK
235. MOSES BAA
236. THADEUS BATUK
237. PIDO SENGGO
238. SUA WAMINI
239. GALUS KAJEP
240. BUCHI JUBJU
241. DANIEL NDAT JEMEN
242. JACOB SAKARPITSJ
243. URBANUS ONAM
244. HELARIUS GIRAAH
245. TAMMEKO
246. WOMBI
247. PIRIKUS
248. AFAMAR
249. PAULUS OMBI
250. MARCUS DJAIR
251. HENDRIKUS ON
252. BENEDICTUS MBITJEN
Pepera tidak dilakukan sesuai amanat UU PBB bahwa satu jiwa satu suara Tidak sesuai maka Pepera Harus dilakukan ulang kemudian di waktu itu orang PAPUA belum mengetahui apa hasil dari Pepera tersebut belum diberi tahu kepada masyarakat PAPUA sahat ini dan apa arti daripada Pepera itu sendiri maka itu Indonesia menipu lasi data dan dalam tekanan militer Indonesia maka orang tua kami takut mati waktu itu sebabnya mereka tidak mengerti apa arti dari Pepera itu sendiri. PBB Amerika dan Indonesia belanda harus bertanggung jawab nasip kami orang PAPUA cabut Pepera yang telah dilakukan kami ulang melakukan Pepera.
Hitung ulang peserta peperah:
1. Orang Papua asli yang ada marganya itu sah
2. Oap yang tidak ada marganya- Di rekayasa
3. Orang Non Papua Tidak sah
4. Orang papua nama dalam bahasa moderen/Indonesia :Rekayasa
Rumus : Jumla peserta pepera di kurangi nomor 2-3 dan 4
selisih dari nomor urut 1 maka dinyatakan sah dalam peperah
Pepera itu tidak demokratis .
Pepera curang dan dibawah todongan senjata.
Dulu itu orangtua kami tidak tahu apa-apa jadi begitu, tetapi sekarang tidak.
SELAMAT PAGI,BAGI KITA ANAK-ANAK PERJUAGAN DISINI SAYA SAMAPAIKAN APAKAH KAMI PUNYA ORANG SUDAH ADA JAMINAN DARI NEGARA NKRI? YA ADA TAPI TIDAK SEMUA ORANG DAPAT JADI SAYA MINTA DENGAN HORMAT YANG BELUM TOLONG DI LIHAT DAN DI AKTIFKAN KEMBALI DAN YANG SUDAH DI LAJUT KARENA MEMON DARI ORANG TUA KAMI, SAYANG KAMI PUNYA ORANG TUA PERJUANGAN INI SANGAT BERAT, TAPI ANAK-ANAK DARI SELATAN SANGAT MENDERITA SAYA SANGAT PERHATIN DENGAN HAL INI TOLONG DI LIHAT KEMBALI.
Salah satu kejangkalan dari daftar nama peserta pemili PEPERA adalah kalau orang asli Papua itu ada nama berarti ada Marga belakang nama kalau tidak ada marga berarti itu Papua dari mana? “Adhooo PEPERA shee🔇🔇
Kita baca Nama-Nama kebanyakan Bukan orang Asli Papua
Dan saya tanya salah satu orang tua yang Namanya tertera di atas masih hidup sampai sekarang 2020
Beliau sampaikan pada waktu di Paksakan dan kata orang tua itu bahwa dunia waktu Masih Gelap.
Kesimpulan saja bahwa PEPERA itu Tidak SAH.
Harus di Pilih Ulang
Pepera di laksanakan hanya perwakilan…yg perlu di tanyakan adalah atas usul siapa….maka akan di temukan dalam dr semua rentetan peristiwa di papua
….
Tdk benar jika ada di antara kita saat ini membandingkan keadaan wkt lalu dan saat skrg, selain itu dr daftar panjang nama2 yg ikut pepera hampir 47 persen di dominasi oleh org yg bukan orang asli papua…
Maka di situ ada unsur kesengajaan yg di lakukan oleh pemerintah Indonesia dan Fasilitatornya UNTEA
Dan anggapan sy …PEPERA gagal di laksanakan
Kebenaran tidak akan di kalahkan mari kita OAP selalu berdoa Tuhan akan Jawab itu yakin dan percaya kalau waktu nya Tuhan siapapun tidak bisa menghalangi
Ya kita tahu menurut cerita pepera tu di paksakan klu tdk akan di bunuh jdi sama sja mau blang redupkan papua merdeka tdk ada kahir”nya sampe klu merdeka bru bsa tenang..
Osen Tini
Pepera tidak dilakukan sesuai amanat UU PBB bahwa satu jiwa satu suara Tidak sesuai maka Pepera Harus dilakukan ulang kemudian di waktu itu orang PAPUA belum mengetahui apa hasil dari Pepera tersebut belum diberi tahu kepada masyarakat PAPUA sahat ini dan apa arti daripada Pepera itu sendiri maka itu Indonesia menipu lasi data dan dalam tekanan militer Indonesia maka orang tua kami takut mati waktu itu sebabnya mereka tidak mengerti apa arti dari Pepera itu sendiri. PBB Amerika dan Indonesia belanda harus bertanggung jawab nasip kami orang PAPUA cabut Pepera yang telah dilakukan kami ulang melakukan Pepera.
Asso Arnold
Hitung ulang peserta peperah:
1. Orang Papua asli yang ada marganya itu sah
2. Oap yang tidak ada marganya- Di rekayasa
3. Orang Non Papua Tidak sah
4. Orang papua nama dalam bahasa moderen/Indonesia :Rekayasa
Rumus : Jumla peserta pepera di kurangi nomor 2-3 dan 4
selisih dari nomor urut 1 maka dinyatakan sah dalam peperah
Papuaneng
Pepera itu tidak demokratis .
Pepera curang dan dibawah todongan senjata.
Dulu itu orangtua kami tidak tahu apa-apa jadi begitu, tetapi sekarang tidak.
Tadius nabagi
SELAMAT PAGI,BAGI KITA ANAK-ANAK PERJUAGAN DISINI SAYA SAMAPAIKAN APAKAH KAMI PUNYA ORANG SUDAH ADA JAMINAN DARI NEGARA NKRI? YA ADA TAPI TIDAK SEMUA ORANG DAPAT JADI SAYA MINTA DENGAN HORMAT YANG BELUM TOLONG DI LIHAT DAN DI AKTIFKAN KEMBALI DAN YANG SUDAH DI LAJUT KARENA MEMON DARI ORANG TUA KAMI, SAYANG KAMI PUNYA ORANG TUA PERJUANGAN INI SANGAT BERAT, TAPI ANAK-ANAK DARI SELATAN SANGAT MENDERITA SAYA SANGAT PERHATIN DENGAN HAL INI TOLONG DI LIHAT KEMBALI.
Enius Wopi
Salah satu kejangkalan dari daftar nama peserta pemili PEPERA adalah kalau orang asli Papua itu ada nama berarti ada Marga belakang nama kalau tidak ada marga berarti itu Papua dari mana? “Adhooo PEPERA shee🔇🔇
SerogoOckyserogo
PEPERA Cacat 100%, Melanggar Hukum Kovenan PBB satu orang satu suara.
Orang Asli Papua harus Refrendum ulang Harga Mati.
Bapa tua
Kita baca Nama-Nama kebanyakan Bukan orang Asli Papua
Dan saya tanya salah satu orang tua yang Namanya tertera di atas masih hidup sampai sekarang 2020
Beliau sampaikan pada waktu di Paksakan dan kata orang tua itu bahwa dunia waktu Masih Gelap.
Kesimpulan saja bahwa PEPERA itu Tidak SAH.
Harus di Pilih Ulang
Wally Reinold
Pepera di laksanakan hanya perwakilan…yg perlu di tanyakan adalah atas usul siapa….maka akan di temukan dalam dr semua rentetan peristiwa di papua
….
Tdk benar jika ada di antara kita saat ini membandingkan keadaan wkt lalu dan saat skrg, selain itu dr daftar panjang nama2 yg ikut pepera hampir 47 persen di dominasi oleh org yg bukan orang asli papua…
Maka di situ ada unsur kesengajaan yg di lakukan oleh pemerintah Indonesia dan Fasilitatornya UNTEA
Dan anggapan sy …PEPERA gagal di laksanakan
Romo
Kebenaran tidak akan di kalahkan mari kita OAP selalu berdoa Tuhan akan Jawab itu yakin dan percaya kalau waktu nya Tuhan siapapun tidak bisa menghalangi
Rex
Kalau memang 1/2 orang diatas masih hidup, pasti dia akan ceritakan yang sesungguhnya…
Andi
Ya kita tahu menurut cerita pepera tu di paksakan klu tdk akan di bunuh jdi sama sja mau blang redupkan papua merdeka tdk ada kahir”nya sampe klu merdeka bru bsa tenang..
Yan Morin
Kalo di daftar nama2 anggota pepera itu termasuk dgn orang non pribumi asli papua maka hasil pepera tidak murni dan jelas tidak sah…
Arnold Asso
Sangat setuju revolusi pendidikan