INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Raya Minggu Pagi di Gereja GPT Kristus Raja Jemaat Kalinona Nabire, 30 Januari 2022

Ibadah Raya Minggu Pagi di Gereja GPT Kristus Raja Jemaat Kalinona Nabire, 30 Januari 2022

Ibadah Raya Minggu Pagi
(Ibadah Raya Minggu Pagi di Gereja GPT Kristus Raja Jemaat Kalinona Nabire, 30 Januari 2022)

Nabire, Bertempat di gereja GPT Kristus Raja Jemaat Kalinona Nabire, telah dilaksanakan ibadah raya minggu pagi, 30 Januari 2022.

Ibadah dilayani oleh Bapak Gembala Pdt. Paulus Appang.  Dalam khotbahnya, bapak Pdt. Paulus Appang mengambil pembacaan Firman Tuhan dari Kitab Amos 5 : 4 – 5 & 8 dst. Dengan tema bacaan adalah Panggilan Untuk Bertobat.

Panggilan untuk bertobat berbicara tentang dipanggil ke dalam suatu pembaharuan atau perubahan. Firman Tuhan datang kepada Amos : sampaikan kepada umat Israel untuk kepada kehidupan yang kekal yaitu mencari Tuhan agar kita akan mendapatkan kehidupan.

Ada jalan menuju kepada kehidupan dan ada jalan menuju kepada kematian (Kitab Mazmur 49 : 13-14). Ini berbicara tentang domba-domba yang digembalakan tetapi tempat dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka. Transformation atau perubahan harus berada dalam pertobatan. Kita yang digembalakan dalam terangnya Tabernakel harus selalu berada dalam pemeliharaan Tuhan.

Dalam kitab Amos 5 : 8 dikatakan carilah yang baik dan jangan yang jahat supaya kita menjadi hidup. Dikatakan ada tempat seperti Gilgal, Betel dan Bersyeba, ini menunjukkan bahwa agar kita jangan suka masih ingat-ingat tempat-tempat yang lalu. Tetapi kita harus berbalik dan bertobat menuju jalan atau tempat yang Tuhan tunjukkan. Itu semua harus dilakukan dengan cara kita mencari.

Ditambahkan dalam kitab Roma 12 : 1 berbicara tentang persembahan yang benar. Kalau ada persembahan yang benar, berarti ada juga persembahan yang tidak benar. Persembahan yang benar yaitu mempersembahkan tubuh kita menjadi persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.

Ini berbicara tentang pelayanan dan tahbisan kita kepada Allah. Mulut kita, pikiran kita, perasaan kita, tingkah laku kita, pandangan kita, semua harus disucikan oleh Tuhan agar kita memberikan pelayanan persembahan tubuh yang hidup.

Hidup kita pasti selalu punya pikiran kuatir karna memang kita masih hidup didunia ini tetapi oleh Firman Tuhan, semua rasa kuatir itu akan di kikis sedikit demi sedikit.

Ditambahkan dalam kitab Imamat 1 : 1-4 mengenai korban bakaran. Korban bakaran tersebut harus kita meletakkan tangan kita keatas korban bakaran tersebut, sehingga persembahan itu berkenan untuk mengadakan pendamaian. Meletakkan tangan diatas korban bakaran berbicara tentang kita ada hubungan langsung dengan Tuhan.

Dalam kitab Bilangan 1:1, berbicara tentang Allah selalu berbicara dengan Musa, menunjuk kepada seorang gembala harus selalu berbicara kepada jemaat dll.

Laskar Israel dihitung jumlah untuk berperang. Ini berbicara tentang kita sebagai jemaat, mulai dari sekolah minggu harus selalu siap untuk berperang. Ini berbicara tentang mulai dari kecil sekolah minggu sudah belajar untuk melayani Tuhan.

Nasihat Rasul Paulus kepada Timotius, ibadah itu mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun hidup yang akan datang. Latihan badani terbatas gunanya.

Dalam kitab Roma 12 : 9-17, tentang nasihat untuk hidup dalam kasih. Jangan membalas jahat dengan jahat. Lakukanlah yang baik bagi semua orang. Roh kita harus tetap menyala-nyala untuk selalu melayani Tuhan

Ibadah juga diisi dengan pujian-pujian dari Jemaat, pujian dari pemuda dan diakhiri dengan Sakramen Perjamuan Kudus.

[Nabire.Net/Eusebius]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.