Ibadah Online Radio Swameka Nabire, 17 Mei 2020, Bersama Pdt. Daniel Alexander

Nabire – Radio Swara Menara Kasih (Swameka) yang mengudara pada frekuensi 101.1 FM dan Live Streming kembali menyapa pemirsanya dalam ibadah Online Minggu, 17 Mei 2020 dengan pembicara Pdt. Daniel Alexander.
Ibadah kali ini dilaksanakan bertempat di RM. Bebek Jokowi, jalan Sam Ratulangi Nabire, pukul 09.00 WIT, dengan mengangkat tema “Awakening”.
Lagu berjudul Kutinggikan Engkau Tuhan menjadi pembuka dalam ibadah ini. Dengan begitu bersemangat Pemimpin Pujian mengajak umat Tuhan untuk bernyanyi dan menaikkan pujian bagi Tuhan Yesus.
Tim pemuji yang terdiri dari Pemimpin Pujian Ibu Naomi Kristiono dan Ibu Ester Ayuk serta pianis Bapak Joko Susilo nampak harmoni membawakan sederet lagu rohani : Lebih Baik Satu Hari, Mari Kita Semua, Tuhan curahkan Roh-Mu.
Sebuah pujian dengan judul ‘Bapa Engkau mengenalku’ dipersembangkan dengan penuh ekspresi penyerahan kepada Tuhan. Pujian ini memberikan sebuah penguatan bagi umat Tuhan bahwa hanya Tuhan sajalah yang sangat mengenal siapa adanya diri kita.
Dalam pengajarannya Pdt. Daniel Alexander atau biasa disapa ‘Ko Den’ menjelaskan makna ‘Awakening’. Awake yang didalam bahasa Indonesia berarti Bangun atau bangkit.
Kenapa tema ini ada atau dipilih? Karena hari-hari ini dunia sedang mengalami tekanan yg paling berat dalam sepanjang sejarah manusia dibumi. Belum pernah manusia seluruh dunia (mungkin hanya bagian-bagian terkecil, daerah tertentu yang dipulau atau daerah terpencil) yang tidak kena covid 19. Makin hari makin menyedihkan.
Apa yang harus kita lakukan dalam kondisi seperti ini? Tema ini terambil dari kitab Efesus 5:14 (TB)Â Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah (awake), hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”
Ada banyak orang di tempat tidur sudah bangun tapi belum bangkit. Tidak ada gunanya kalau kita sudah bangun tetapi kita tidak bangkit. Tidak ada gunanya jika kita hanya berdiam diri ditempat tidur.
Hari-hari ini kematian begitu dekat dengan manusia. Belum pernah dalam sejarah manusia lebih dekat dengan kematian karena adanya Covid-19. Covid-19 membuat orang yang masih hidup atau yang sedang hidup pun seperti orang yang mati karena ketakutan, kengerian dan kegentaran.
Maka itu Tuhan minta kita kali ini bangkit dari antara orang mati dan menjadi terang.
Dengan tegas Ko Den menyatakan bahwa satu-satunya pribadi di dunia ini yng berkata: “AKULAH TERANG DUNIA” hanyalah Yesus Kristus Tuhan. Dunia sedang dalam kegelapan yang mengerikan sekali. Disini gereja Tuhan atau murid-murid Tuhan Yesus, anak-anak Bapa di Surga diminta untuk bangun atau bangkit supaya Terang Tuhan itu bercahaya.
Ternyata kegelapan itu sudah ada sebelum ada manusia. Dalam kitab Kejadian 1:2, “Bumi berubah bentuk dan kosong”
Tuhan itu kalau membuat apa-apa tidak setengah-setengah atau tanggung-tanggung. Kenapa berubah dan kosong? Segala sesuatu yang dari awal sudah kosong tidak perlu diberitahu kalau kosong. Tapi kalau Tuhan berfirman Bumi berubah bentuk dan kosong berarti sebelumnya ada lalu kosong. Lalu kemana isinya?
Melalui teori Big Bang, koden memaparkan adanya benturan besar yang terjadi di tiga tempat di bumi. Inilah yang menyebabkan kehancuran dibumi sehingga bumi berubah bentuk dan bumi menjadi kosong, tidak ada makluk hidup. Setelah bumi kosong, gelap gulita menutupi samudera. Gelap gulita berarti sebelumnya ada terang.
Dari kitab Yesaya kita mengetahui bahwa Lucifer, dia ingin menyamai Tuhan, ingin menyaingi Tuhan. Karena itulah lucifer yang jadi iblis dilempar Tuhan ke bumi. Karena inilah bumi berubah bentuk. Bumi kosong karena benturan itu lalu gelap gulita.
Ayolah kita bangkit saudara. Karena covid 19 ini semua tatanan hidup berubah. Dengan covid-19 ini semua bentuk kehidupan berubah baik pemerintah, pendidikan, bisnis, ekonomi, kesehatan. Siapa yang bisa mengubah ini kalo bukan si Jahat yang membuat bumi tercemar dengan covid-19 ini.
Dalam kutab Kejadian 2:1, “Roh Tuhan melayang-layang diatas permukaan air”. Apa itu melayang-layang? itu artinya menginspreksi. Tuhan melihat kembali apa yang harus dikerjakan ketika bumi kosong dan berubah bentuk.
Dalam kitab Kejadian 1:3-26 itu bukan penciptaan langit dan bumi lagi tapi Tuhan mengisi bumi dengan pohon-pohon, tumbuh-tumbuhan yang baru, binatang-binatang, barulah ada manusia. kemudian kalo ada yang tanya tentang dinosaurus dimana. Itu ada diayat 1 namanya jaman prasejarah. Ayat 2 menjelaskan bumi berubah bentuk bukan belum berbentuk.
Ko Den menegaskan sebagai gereja Tuhan kita tidak boleh takut dengan kegelapan. Berbagai pengajaran gereja yang salah seperti menggunakan banner, bendera, perjamuan, minyak urapan, merebus batu, pakai paku dan banyak cara lain. Menurut koden, Yesus itu Yesus Tuhan dan tidak perlu ditambahkan. Jangan Yesus plus..setan tidak takut dengan hal itu.
Seorang anak kecil juga tahu kalau ada gelap maka yang dicari adalah terang. Korek biarpun kecil ketika dinyalakan dapat mengusir kegelapan. Kalau gelap maka carilah terang. Begitu ada terang maka gelap akan pergi.
Maka itu ketika covid 19 melanda bumi, inilah kegelapan yang luar biasa. Mungkin begitu gereja bangkit dan begitu gereja bangun maka yang gelap akan pergi. Mungkin saat ini gereja masih tertidur. Gereja belum bangun juga belum bangkit. Maka itu Tuhan mau dihari ini gereja bangun lalu bangkit dan sampaikan terang maka yang gelap akan pergi semuanya.
Kejadian 1:3-5 (TB)Â Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari (masa) pertama.
Jadi dimasa kegelapan seperti ini gereja Tuhan, umat Tuhan, siapapun kita ayo kita bangkit. Ini waktunya supaya kasih Tuhan dinyatakan di dunia yang gelap ini. Betapa luar biasanya kalau gereja Tuhan bangkit kalau gereja Tuhan bangkit menjadi terang. Maka kegelapan itu pergi karena Terang kita bersumber dari Bapa Surgawi yang menjadi penerang abadi.
Yesaya 60 dengan judul Kemulian Sion (Gereja) yang akan datang
Yesaya 60:1-5 (TB)Â “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.
Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong.
Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.”
Bangunlah kamu dari antara orang tidur, kemudian bangkitlah menjadi teranglah sebab terangmu datang dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Ketika kita bangun dari tidur dan bangkit menjadi terang maka kegelapan akan pergi yaitu ketika kita meninggalkan zona nyaman kita.
Ko Den mencermati hari-hari ini ketika kita diminta tinggal dirumah, pertama justru orang yg paling bandel untuk taat kepada pemerintah adalah orang beragama. Itulah faktanya beragama tapi tidak bertuhan kita jadi makluk yang biadab. Jangan hanya jadi beragama tetapi berTuhan juga.
Yang kedua dimasa ini angka perceraian tinggi. Ternyata semua pernikahan di dunia ini baik pernikahan baru atau yang sudah lama, belum pernah suami istri diam dirumah selama ini, jadi ketahuan aslinya, karena tiap hari kumpul ternyata setan merusak pernikahan.
Karena tiap hari kumpul dalam waktu yang selama ini maka sering terjadi menuntut, pertengkaran, iri hati. Suami istri ayo kita saling mengenal lebih detil lagi, mumpung masa Covid ini masih ada. Kalau kita bisa mengenal pasangan kita itu luar biasa.
Sebab sesungguhnya kegelapan menutupi bumi dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa. Kegelapan itu ada karena tidak ada cahaya..kekelaman itu nampak walau ada cahaya tapi mengerikan. Hal ini terlihat jelas ketika suatu tempat yang biasa rame..tidak terlihat satu pun manusia. Suasana mencekam itu terlihat ketika tempat yang biasanya ramai namun kita sepi.
Ketiga kita harus menjadi berkat dimanapun kita berada dan dalam kondisi apapun kita saat ini. Ko Den menyaksikan bagaimana membantu salah seorang pemuda di Jakarta. Rumah Makan tempatnya bekerja sepi dari pelanggan. Ia meminta koden untuk membeli dagangannya tetapi karena Ko Den ada di Nabire maka koden menjadi marketing untuk makanan yang ditawarkan oleh pemuda tersebut kepada beberapa keluarga kenalannya di Jakarta.
Keluarga-keluarga ini sangat senang mendapatkan makanan yang sudah dibayarkan oleh Ko Den. Bukan hanya keluarga-keluarga itu yang ketiban rejeki namun ojek yang mengantarkan juga diberikan nasi dan lauk gratis.
Hanya orang pelit yang menyimpan terangnya dibawah gantang. Kita harus bangkit sehingga orang banyak berduyun-duyun datang kepada kita karena terang kita. Raja-raja datang kepada cahaya yang terbit atas kita.
Di tengah kegelapan dunia karena covid-19 tidak ada yang lain yang diperintahkan oleh Tuhan hanya kita umat Tuhan. Mengapa gereja Tuhan yang dipilihNya? karena kemulian Tuhan itu sudah terbit atas kita.
Dalam kitab Efesus 5 yang judul, ‘Hiduplah sebagai anak-anak terang’, koden mengharapkan agar janganlah kita hidup sebagai anak-anak kegelapan. Kita harus mengasihi bukan pelit. Kita harus menjadi anak-anak yang penurut bukan bandel dan tidak mau mendengarkan FirmanTuhan. Hidup dalam kebenaran dan bukan percabulan dan segala kejahatan. Hidup dengan memperhatikan perintah Tuhan dan bukan kata-kata yang hampa. Kata-kata hampa itulah hoaks yang begitu banyak kita jumpai melalui media sosial. Hoaks yang isinya hanyalah ketakutan, kegerian dan kehampaan.
Ko Den menambahkan bahwa semua yang datang dari Papa di Surga tidak ada yang menakutkan, tetapi yang dari si jahat itulah yang menakutkan dan menyeramkan. Hanya ada Tuhan Yesus yang berkata kalau “Ya” katakan ya kalau “Tidak” katakan tidak, selebihnya berasal dari si jahat.
Oleh karena itu walaupun kehidupan kita dahulu dalam kegelapan, janganlah kita kembali kepada kegelapan. Kegelapan itu harus dilawan dengan terang yaitu kebaikan, kebenaran dan keadilan.
Dunia saat ini mengharapkan gereja yang mau mempergunakan waktu yang ada dengan baik karena hari-hari yang jahat dan berani tampil bersinar sama seperti orang-orang bijaksana di dalam kitab Daniel.
Daniel 12:3 (TB)Â Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya. Sungguh harapan dunia hanyalah kepada gereja Tuhan yang mau bangkit dan membawa terang Tuhan.
Diakhir pengajarannya Kodem mengajak umat Tuhan untuk menyanyikan bersama-sama dua buah lagu dari Kidung Jemaat yaitu KJ 425 – Berkumandang Suara dari Seberang dan KJ 424 – Yesus Menginginkan Daku Bersinar BagiNya.
[Nabire.Net/Christian Wawoh]
Tinggalkan Komentar