INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Subuh 7 Januari 2018 Di Jemaat GKI Tabernakel Oyehe Nabire

Ibadah Minggu Subuh 7 Januari 2018 Di Jemaat GKI Tabernakel Oyehe Nabire

Bertempat di Jemaat GKI Tabernakel Oyehe Nabire, telah dilaksanakan Ibadah Minggu Subuh, 7 Januari 2018. Ibadah tersebut dipimpin oleh pelayan firman, Pdt. J. Mbaubedari S.Th.

Khotbah pada ibadah minggu subuh tersebut diangkat dari kitab Efesus 3:1-17, dengan nats ‘Rahasia Panggilan Orang-Orang Bukan Yahudi dan Doa Paulus”.

Dalam khotbahnya, Pdt. J. Mbaubedari mengatakan, rahasia Kristus yang dipahami oleh rasul Paulus adalah bahwa kematian Kristus telah memisahkan tembok antara orang Yahudi dan non Yahudi. Sebab hanya dalam Kristus, jalan kepada Bapa itu mereka miliki, bukan karena Taurat atau suku bangsa Yahudi, bukan karena keturunan Abraham mereka diperkenan oleh Bapa Surgawi, melainkan karena Kristus yang telah menjadi korban pendamaian bagi mereka.

Rahasia Kristus ini memberikan pengaruh besar dalam hidup Paulus, diantaranya Paulus sadar siapa dirinya dan masa lalunya sebagai pemburu pengikut Kristus, karena itu ia merasa diri paling hina, dan ketika Allah memanggilnya menjadi pemberita Injil, ia menyebut hal itu sebagai anugerah.

Demikian pula dengan kita, rahasia Kristus ini mengajak kita senantiasa mengingat bahwa status kita di hadapan Allah sekarang adalah karena anugerah semata.

Paulus sadar ada banyak orang yang belum mendengar kabar baik rahasia Kristus ini, karena itu ia giat memberitakannya kepada orang lain, non Yahudi khususnya. Jika demikian, maka kita sebagai orang yang telah menerima anugerah harus menyadari bahwa itu tidak untuk kita nikmati sendiri, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita yang juga membutuhkan anugerah Allah.

Paulus memiliki keberanian untuk datang kepada Allah karena Allah yang telah terlebih dahulu menerima kita dengan mengadakan pendamaian dalam Kristus. Rahasia Kristus menajdi jaminan untuk kita bahwa Allah dalam kemurahanNya selalu menerima kita yang datang kepadaNya, bagaimana pun kelamnya hidup kita, Ia tetap sedia menerima kita.

Paulus tidak tawar hati ketika pemberitaan Injilnya ditolak oleh orang-orang yang tidak mau percaya, bahkan ketika dalam penjara sekalipun. Sebab ia percaya pada Kristus dan semua pekerjaan Kristus.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.