INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Pagi, Masa Kesengsaraan Pertama, 7 Februari 2016 Di Jemaat GKI Solafide Nabarua Nabire

Ibadah Minggu Pagi, Masa Kesengsaraan Pertama, 7 Februari 2016 Di Jemaat GKI Solafide Nabarua Nabire

b

Injil Markus pada hari ini membicarakan hal tentang bagaiamana Yesus mengkritik orang-orang farisi dan ahli taurat karena mereka lebih mementingkan tradisi daripada Tuhan. Mereka menomorsatukan tradisi dan menomor sekiankan Tuhan. Tuhan Yesus tidak setuju dengan sikap itu. Sikap yang menomor sekiankan Tuhan. Karenanya, Tuhan mengecam dan menegur mereka. Teguran yang keras ini juga kiranya berlaku juga bagi kita yang terkadang juga menempatkan Tuhan ke nomor yang kesekian.

Demikian kutipan khotbah Ibadah Minggu Pagi sekaligus Masa Kesengsaraan Pertama, 7 februari 2016, di Jemaat Solafide KPR Nabarua. Ibadah ini dipimpin oleh Pelayan Firman Pdt. F. Raru. S.Si, dengan mengangkat pembacaan Firman dari Injil Markus 7 : 1-13 dengan perikop “Perintah Allah & Adat Istiadat Yahudi”.

Lanjut dalam khotbahnya, dikatakan dalam hal prinsip, Yesus tidak pernah kompromi. Bagi Yesus sikap terhadap Allah harus diutamakan dan bukan peraturan manusiawi, apalagi peraturan yang membuat kita mengabaikan Tuhan dan sesama. Tidak jarang terjadi bahwa demi peraturan ada manusia yang dikorbankan. Dalam kehidupan harian, kita sering menemukan berbagai aturan yang mencekik dan lebih berat daripada aturan Allah sendiri, akibatnya banyak penderitaan dan ketidakadilan karena peraturan yang menindas itu.

a

(Pendeta bersama Majelis/Dok.J.S)

Sebagai orang kristen, kita dipanggil untuk berani mengutamakan Allah. Ada banyak kesempatan yang bisa digunakan untuk berbuat kasih Allah. Dan kita harus berani melawan arus dunia yang selalu berlawanan dengan arus kasih Allah itu. Kita tidak perlu takut jika ada aturan yang menghalangi kasih Allah. Inilah saatnya bagi kita untuk menyebarkan dan mewujudkan perintah Allah, yakni membagi kasih ilahi yang kita miliki kepada yang lain.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.