INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Pagi 22 September 2019 Di GKI Siloam Nabire

Ibadah Minggu Pagi 22 September 2019 Di GKI Siloam Nabire

Nabire – “Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan  TUHAN ke seluruh bumi, ” (Kejadian 11:7-9).

Demikian kutipan pembacaan Firman Tuhan yang terambil dari Kitab Kejadian 11:1-9, dengan nats “Menara Babel”, yang menjadi bahan perenungan pada Ibadah Minggu Pagi, 22 September 2019, di Gereja GKI Jemaat Siloam Sanoba Nabire.

Ibadah dilayani oleh pelayan Firman, Pdt. Mariani Tambunan S.Th. Dalam kotbahnya, Pdt. Mariani Tambunan mengatakan, persoalan utama sehingga Tuhan menghukum manusia dengan mengacaukan bahasa mereka saat mendirikan menara Babel adalah karena manusia ingin membangun kesombongan dalam diri mereka.

Simbol dari kesombongan dan keangkuhan manusia saat itu yaitu menara Babel, sehingga Tuhan mengacaukan bahasa manusia agar manusia tidak membangun kesombongan yang lebih besar lagi dan kesombongan yang terlihat dalam pembacaan firman Tuhan saat ini adalah bahwa manusia ingin menyamai diri mereka dengan Tuhan.

Lanjut Pdt. Mariani, memang manusia diciptakan oleh Tuhan segambar dengan Dia tetapi manusia tidak sehakekat dengan Tuhan. Tuhan Maha Pencipta, sedangkan manusia diciptakan. Tuhan Maha Pengasih sedangkan manusia hanya bisa mengasihi dan Tuhan Maha Pemurah sedangkan manusia hanya bisa murah hati.

Kualias pencipta tidak akan sama dengan yang dicipta tetapi kesombongan mendorong manusia untuk berusaha menyamai Pencipta dan itu adalah dosa.

[Nabire.Net/Siloam]

loading…


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.