INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Malam Kudus 24 Desember 2022 di GKI Maranatha Malompo Nabire Berjalan Aman & Lancar

Ibadah Malam Kudus 24 Desember 2022 di GKI Maranatha Malompo Nabire Berjalan Aman & Lancar

Ibadah Malam Kudus 24 Desember 2022 di GKI Maranatha Malompo Nabire Berjalan Aman & Lancar
(Ibadah Malam Kudus 24 Desember 2022 di GKI Maranatha Malompo Nabire Berjalan Aman & Lancar)

Nabire, Bertempat di Gereja GKI Maranatha, Jalan RE Martadinata, Malompo, Nabire, Papua Tengah, telah dilaksanakan Ibadah Malam Kudus, Sabtu (24/12/2022).

Ibadah ini mengusung Tema sentral, “Maka Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain (Matius 2:12)

Ibadah diawali pembacaan Warta Jemaat dan Panggilan Beribadah yang dibacakan oleh Majelis Jemaat. Bertindak sebagai Pelayan Firman Tuhan, Pdt. D. Situru, S.Th., M.Pd.

Setelah Litani Syukur Malam, ibadah dilanjutkan dengan penyalaan lilin natal diiringi lagu Malam Kudus yang dinyanyikan bersama-sama.

Selanjutnya ibadah diisi dengan persembahan pujian dari Vokal Grup WYK V yang membawakan lagu ‘O Holy Night’.

Kemudian ibadah memasuki penyampaian Firman Tuhan. Pembacaan Firman Tuhan diambil dari Mikha 5:1-4 dengan nats ‘Raja Mesias dan Penyelamatan Israel’.

Setelah pembacaan Firman Tuhan, Paduan Suara WYK V mempersembahkan pujian.

Setelah persembahan pujian dari WYK V, ibadah dilanjutkan dengan perenungan Firman Tuhan.

Mengawali khotbahnya, Pdt. D. Situru memberi tema khotbah yaitu “Yang Terkecil Menjadi yang Terbesar”.

Dikatakan Pdt. D. Situru, kenapa yang terkecil menjadi yang terbesar? Pdt. D. Situru menjelaskan, karena ada Raja Damai yang lahir di Betlehem dan damai itu dinikmati hingga ke seluruh dunia.

Lanjut Pdt. D. Situru, yang terkecil selalu disepelekan. Oleh karena itu Pdt. D. Situru mengatakan agar jangan mengabaikan yang terkecil. Tuhan memberikan perhatian yang besar terhadap yang kecil.

“Kecenderungan manusia selalu mencari yang terbesar untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan. Tetapi Tuhan menentukan tempat mana yang Dia pilih untuk lahir di dunia,” kata Pdt. D. Situru.

Banyak catatan sejarah yang terjadi di Betlehem, seperti Daud dilahirkan, Naomi dan Rut pulang ke Betlehem, Samuel mengurapi Daud sebagai raja di Betlehem.

“Menurut Nabi Mikha, Betlehem dipilih untuk menjadi tempat kelahiran Tuhan Yesus. Di Betlehem diproklamirkan kerajaan yang kekal dan di Betlehem menjadi pusat dan sumber damai ke seluruh penjuru dunia, ” lanjut Pdt. D. Situru, S.Th., M.Pd.

Kedamaian harus memerintah keluarga, pemerintah dan gereja kita.

“Kita ini semua kecil dan tidak berarti karena dosa. Oleh karena itu kiranya Sang Bayi Natal ini lahir di hati kita, lahir di keluarga kita, lahir di gereja kita,” ujarnya.

Yang membuat kita besar karena Tuhan yang memilih kita, bukan karena kerja keras dan perjuangan kita tetapi Allah yang mendatangi kita.

Setiap orang yang merayakan malam kudus seharusnya menjadi tempat lahirnya kedamaian. Pastikan kedamaian itu sudah ada pada hati kita.

“Kalau ada keluarga yang tidak beres, maka hari ini pastikan kedamaian itu lahir dalam hati dan keluarga kita,” tutupnya.

Usai khotbah, ibadah dilanjutkan dengan pemberian persembahan syukur oleh jemaat.

Selanjutnya ibadah dilanjutkan dengan persembahan pujian solo dari WYK V.

Ibadah dilanjutkan dengan doa syukur dan doa syafaat.

Ibadah kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan bersama Nyanyian Rohani 43:1-3 dengan judul “Mari Puji Juru Selamat.”

Ibadah diakhiri dengan doa berkat.

Turut hadir dalam ibadah ini, aparat TNI/Polri serta Petugas Siaga dari PLN ULP Nabire Kota.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.