“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)
Demikian kutipan Firman Tuhan yang menjadi bahan perenungan pada Ibadah Keluarga Rayon I, Jemaat Kingmi Sejahtera Nabire, bertempat di Kediaman Hugo Karubaba.
Ibadah ini dipimpin oleh Pelayan Firman, Pdt Yeremias Gobay M.Th.
Dalam khotbahnya, Pdt Yeremias Gobay M.Th mengatakan, Kekuatiran adalah sebuah perasaan gelisah, ketakutan atau kengerian terhadap sesuatu yang belum terjadi. Perasaan-perasaan ini biasanya terkait dengan pikiran-pikiran negatif atas sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan.
Tidak ada seorangpun di dunia ini yang hidup tanpa kekhawatiran. Jika seseorang berkata bahwa dia tidak peduli akan apa pun di dunia ini, maka dia ada dalam penyangkalan. Yang menjadi pertanyaan, apa yang dapat kita lakukan dengan kekuatiran kita?
Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak seharusnya merasa kuatir karena Tuhan, Allah kita sanggup memberkati dan menjaga kita. Ketika kita kuatir kita sedang berupaya memindahkan beban dari bahu Tuhan yang kuat ke bahu kita yang lemah. Mampukah kita?
Tidak ada gunanya memelihara kekuatiran yang justru akan berdampak buruk terhadap diri kita sendiri. Kekuatiran membuat kita kehilangan sukacita dan menderita sakit. Untuk menang terhadap kekuatiran, kita harus mempercayai Tuhan dengan segenap hati.
Ketika dihadapkan pada kelemahan-kelemahan, setiap kita memiliki pilihan: menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan mempercayaiNya dengan sepenuh hati, atau berusaha mengatasi kekuatiran itu dengan usaha kita sendiri.
Tinggalkan Komentar