INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Biston Doa dan Penyembahan di GPT Kristus Raja Kalinona Nabire, 18 Juni 2024

Ibadah Biston Doa dan Penyembahan di GPT Kristus Raja Kalinona Nabire, 18 Juni 2024

(Ibadah Biston Doa dan Penyembahan di GPT Kristus Raja Kalinona Nabire, 18 Juni 2024)

Nabire – Pada hari Selasa, 18 Juni 2024, jemaat Kalinona Nabire berkumpul di Gereja Pantekosta Tabernakel Nabire GPT Kristus Raja untuk melaksanakan ibadah yang dipenuhi dengan suasana khusyuk dan penuh makna. Ibadah kali ini dipimpin oleh Bapak Gembala Pdt. Paulus Appang, S.Th, yang menyampaikan pelayanan firman Tuhan dengan tema “Dipersatukan di dalam Kristus”.

Dalam khotbahnya, Pdt. Paulus Appang mengambil nas dari kitab Efesus 2:11-22. Ia menekankan bahwa Kristus adalah Raja yang diurapi, yang menyatukan kembali umat yang dahulu jauh dari Allah menjadi dekat melalui darah-Nya. Ayat 13 menyebutkan, “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kita, yang dahulu ‘jauh’, sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus.”

Pdt. Paulus juga merujuk pada kitab Ibrani 9:11-14 untuk menjelaskan bahwa Kristus adalah pengantara dari Perjanjian Baru. “Kristus Yesus datang sebagai Imam Besar dan telah masuk satu kali untuk selamanya ke tempat yang kudus dengan membawa darah-Nya sendiri,” ujarnya. Ia menjelaskan simbolisme dalam ayat 12, di mana lembu melambangkan Yesus sebagai korban pendamaian dan domba sebagai pribadi yang dikorbankan. “Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup,” tambahnya.

Tujuan utama dari korban Kristus, lanjut Pdt. Paulus, adalah untuk mengampuni dan menyatukan umat-Nya. “Kita telah dipersatukan oleh korban darah Kristus, jangan lagi kita mau dipecahkan. Salib Kristus mempertemukan kita dalam kekurangan dan kesempurnaan kita,” tegasnya.

Sebagai penutup, Pdt. Paulus mengutip Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Ia mengajak jemaat untuk menjadi ranting yang benar yang akan menghasilkan buah, dan dibersihkan untuk menghasilkan buah yang semakin banyak.

Ibadah ditutup dengan doa dan penyembahan, mengakhiri pertemuan rohani yang menguatkan iman dan kebersamaan jemaat. “Tuhan Yesus Kristus Mempelai Pria Surga memberkati kita semua. Amin,” demikian kata-kata penutup dari Pdt. Paulus Appang, yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh jemaat yang hadir.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.