Hutang yang Belum Dibayar Jadi Penyebab Kekosongan Obat di Farmasi RSUD Nabire

Nabire, Persoalan kekosongan obat di farmasi RSUD Nabire menjadi pembahasan dalam pertemuan antara pihak inspektorat nabire dengan manajemen RSUD Nabire.
salah seorang staf farmasi RSUD Nabire, dalam pertemuan tersebut mengatakan, kekosongan obat di apotik terkendala masalah utang, jika sudah utang di suatu perusahaan, mereka minta kami harus melunasi utang baru dilayani lagi, sambil menunggu katalog.
(Baca Juga : Ada Hutang 9 Miliar Rupiah Lebih yang Belum Terbayar, Inspektorat Nabire Gelar Audience dengan Manajemen RSUD Nabire)
Kalau sudah klik di katalog, tidak langsung diproses tetapi menuggu lama baru barang sampai di tempat. untuk dananya yang diberikan tidak mencukupi karena kemarin smepat ada dibuat perenfcaan untuk 1 tahun sesuai dengan faktur stok yang ada.
“Mungkin kalau dilihat perencanaan tahun 2022 dengan 2023 beda karena ada kenaikan harga di LKPP. Yang jadi masalah di Apotik, jika permintaan reguler tidak dibayarkan maka permintaan berikutnya tidak dilayani lagi, seperti sekarang 1 tahun lebih tidak dibayarkan”, katanya.
Oleh karena itu, obat yang ada di farmasi tidak sebanyak seperti yang dulu-dulu lagi. Kadang habis, kadang ada. “Tapi kami bersyukur ada perusahaan yang mau bantu walau kami punya hutang, atas dasar kepercayaan, ada juga yang sudah tidak mau lagi. Jadi bisa dibantu bayar hutang reguler sehingga tidak terjadi kekosongan di apotik/farmasi”.
[Nabire.Net/Edi Sutrisno]
John
Perusahaan apa yg utang tolong dijelaskan biar masyarakat tay
Richard
Miriiiisss…
Di Nabire DILARANG SAKIT.!!!
Pasien yg di rujuk ke RS lalu tindakan yg dilakukan lamban dan fatal akibatnya… 🙄🙄🙄
Simon Nokuwo
Nabire itu tidak ada rumah sakit hanya ada itu hotel pasien dan apotik dan klinik aja