INFO NABIRE
Home » Blog » Hendak Padamkan Kebakaran di Jayanti Nabire, Mobil Damkar Milik Pemprov Papua Tengah Diserang Sekelompok Massa

Hendak Padamkan Kebakaran di Jayanti Nabire, Mobil Damkar Milik Pemprov Papua Tengah Diserang Sekelompok Massa

Nabire, Satu unit mobil damkar milik Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satpol PP Provinsi Papua Tengah, dirusak oleh sekelompok pendemo di Jalan Jayanti, Kampung Wadio, Distrik Nabire Barat, Jumat (05/04/2024).

Sebelum kejadian pengrusakan, pihak Damkar dihubungi oleh Bapak Sulis yang rumahnya mengalami kebakaran di Jalan Jayanti, Jumat siang. Sulis mendatangi Pos Siaga Damkar yang berada di di Jalan Perintis samping Kantor Kelurahan Bumi Wonorejo Distrik Nabire, sesuai arahan dari anggota Polres.

Berdasarkan laporan tersebut, Regu III saat itu yang sedang bertugas segera merespon dengan memberangkatkan 7 orang Personil Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang diikuti oleh rombongan Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Bapak Drs. Nicolas A.S Wambrauw beserta anggota Damkar lainnya yang saat itu berada di Kantor dan satu anggota Pegawai Kontrak Satpol PP.

Pada Pukul 11.35 WIT, Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan baru sampai pertigaan jalan perintis, akan tetapi mobil tidak bisa lewat karena ada palang atau blokade dari para pendemo, jarak sekitar 5 meter dari blokade. Tiba-tiba yang awalnya tidak terlihat massa karena tertutup pagar, para pendemo sudah memenuhi area pertigaan Jalan Perintis – Jalan Jayanti tersebut dan salah satu dari mereka berteriak agar mobil kembali mundur tidak boleh melewati palang tersebut, dan Komandan Regu Bapak Rolant Levinus Banggo, S.Pi memerintahkan mobil pemadam segera berjalan mundur, akan tetapi tiba tiba dari arah kerumunan para pendemo dari arah kanan yang tertutup seng datang seorang lelaki yang membawa busur panah, yang memakai celana pendek dan seluruh tubuhnya dilumuri lumpur melapaskan anak panah ke mobil pemadam kebakaran, yang diikuti lemparan batu dan kayu balok yang mengenai mobil dan petugas pemadam kebakaran.

 

Meskipun mobil pemadam sudah dalam keadaan berjalan mundur, para pendemo terus menyerang dengan brutal hingga salah satu petugas pemadam yang berada dibelakang yang bernama Kusumo Hadi Sucipto, S.Sos terkena anak panah di bagian perut sebelah kanan dari jarak 2,5 meter. Akan tetapi berkat pelindungan Tuhan dan Baju Pemadam Kebakaran yang tebal dan sebelumnya mengenai penutup mesin alkon yang berada dibelakang mobil maka laju anak panahnya sudah jauh berkurang, dan hanya mengakibatkan luka ringan.

Ketika Mobil sudah berada di depan kuburan Ternate, para pendemo penyerang kembali ke posisi semula di pertigaan Jalan Perintis – Jalan Jayanti, kemudian karena supir masih panik dan tidak melihat pengendara dibelakang maka tanpa sengaja menabrak motor milik masyarakat yang berada dibelakang, padahal pengendara sudah diperingatkan untuk minggir, dan tidak segera minggir sehingga mengakibatkan motor mengalami kerusakan dan pengendaranya selamat, dan permasalahan diselesaikan dengan penuh tanggung jawab oleh Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Bapak Drs. Nicolas A.S Wambrauw dan Bapak Duwiri, S.Sos, selaku negosiator,

Pada Pukul 11.50 WIT, Mobil Damkar dan petugas telah kembali ke Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, dan misi pemadaman batal dilaksanakan dikarenakan para Petugas mengalami syok atau trauma,

Pada Hari 12.00 WIT, Korban yang mengalami luka akibat anak panah dibawa ke Puskesmas Bumi Wonorejo, untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan oleh Dokter Puskesmas, yang dikhawatirkan kalau tidak diobati akan mengalami infeksi.

Akibat kejadian ini, kaca mobil milik damkar mengalami pecah dan retak di sisi kiri dan depan.

[Nabire.Net]



Post Related

Leave a Reply

  • Kornelis t.kowaup.
    8 April, 2024 11:57 at 11:57

    Tetap lalukan tugas sesuai SOP yg ada. Perlu adanya dukungan pemerintah,..dlm dukungan dinas damkar. Dr sisi ,anggaran,personil,asuransi kecelakaan. Sosialisasi dll. Termasuk korban bencana .UU no 24 THN 2008 bab V pasal 26. Renstra di pertajam.khusus buat pejabat evalon yg ddk di bidang damkar. Kehadiran damkar dilapangan,hanya memperkecil resiko bencana,bukan mencegah langsung bencana,tapi mengurangi. Mencegah lgsg di tangani oleh pemilik rumah/korban untuk pertama kali ketika ada/mulai timbul adanya tanda bencana. Makadih

  • Papuanin
    7 April, 2024 18:15 at 18:15

    kebodohan adalah sumber keonaran dan malapetaka

  • Komodotabaos
    7 April, 2024 13:56 at 13:56

    Memang benar kalau orang sudah maju menjadi manusia klo org blm maju masih seperti binatang . Lihat saja orang utan yang sukanya berkeliaran secara liar dan membabi buta karna otaknya masih penuh taik cacing

  • Kakean Cangkem
    7 April, 2024 12:06 at 12:06

    Kalian ini kenapa???? Mobil Damkar dihalangi, pasar-sekolah-puskesmas dibakar, dibangun tower ama jalan tol ditembaki, pilot diculik, dikirim tentara dan polisi supaya aman kalian teriak HAM. Kami bilang kalian bodoh dan tidak tau terimakasih nanti kalian sakit hati dan ingin merdeka.

  • Tohir
    7 April, 2024 01:04 at 01:04

    Memang dasar manusia purba gak ngerti ada petugas mobil damkar yg mau menyelamatkan rumah warga yg terbakar.
    Apa tdk ada jln alternatif lain ya ?

Your email address will not be published.