INFO NABIRE
Home » Blog » Harga Pangan Turun Tajam, BPS Catat Nabire Alami Deflasi 1,4 Persen di Awal 2026

Harga Pangan Turun Tajam, BPS Catat Nabire Alami Deflasi 1,4 Persen di Awal 2026

Nabire, 2 Februari 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire mencatat Kabupaten Nabire mengalami deflasi sebesar 1,4 persen pada Januari 2026 secara bulan ke bulan (month to month). Hal tersebut disampaikan dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang dipublikasikan pada Senin (2/2/2026) di kantor BPS kabupaten Nabire.

Pelaksana Harian Kepala BPS Kabupaten Nabire, Willy Andhika, SST, menjelaskan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Nabire mengalami penurunan dari 117,29 pada Desember 2025 menjadi 115,65 pada Januari 2026.

“Deflasi bulanan ini dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan sejumlah komoditas pangan, khususnya komoditas hortikultura yang memasuki masa panen,” jelas Willy kepada awak media.

Faktor Pendorong Deflasi

BPS mencatat beberapa peristiwa penting yang berpengaruh terhadap pergerakan harga pada Januari 2026, antara lain:

  • Tren kenaikan harga emas di pasar internasional hingga awal Januari 2026.

  • Meningkatnya pasokan cabai merah, cabai rawit, dan tomat akibat musim panen.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi terdalam adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi 3,20 persen dan andil deflasi sebesar 1,55 persen.

Komoditas Penyumbang Deflasi

Lima komoditas utama penyumbang deflasi bulanan di Kabupaten Nabire pada Januari 2026 yaitu:

  1. Cabai rawit (andil 1,19%)

  2. Cabai merah (0,21%)

  3. Tomat (0,15%)

  4. Beras (0,06%)

  5. Tempe (0,04%)

Penurunan harga cabai dan tomat disebabkan oleh hasil panen yang mampu memenuhi kebutuhan pasar pasca Natal dan Tahun Baru. Sementara penurunan harga beras dipengaruhi penyesuaian kebijakan harga dari distributor, dan turunnya harga tempe disebabkan ketersediaan bahan baku yang kembali normal.

Komoditas Penyumbang Inflasi

Di sisi lain, beberapa komoditas tercatat mengalami inflasi, dengan lima tertinggi yakni:

  • Ikan cakalang (andil 0,14%)

  • Angkutan udara (0,09%)

  • Angkutan laut (0,07%)

  • Emas perhiasan (0,06%)

  • Ikan kakap merah (0,02%)

Inflasi Tahunan Masih Terjadi

Secara tahun ke tahun (year on year), Kabupaten Nabire mengalami inflasi sebesar 6,62 persen pada Januari 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan yang sama tahun 2025.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tahunan tertinggi dengan inflasi 9,49 persen dan andil sebesar 4,37 persen.

Adapun lima komoditas utama penyumbang inflasi tahunan yaitu:

  • Tarif listrik (andil 1,93%)

  • Cabai rawit (1,58%)

  • Beras (0,76%)

  • Bawang merah (0,39%)

  • Daging babi (0,39%)

“Data ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam memahami dinamika harga di Kabupaten Nabire,” tutup Willy.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.