Gubernur Papua Barat Membuka Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati, Ekowisata & Ekonomi Kreatif (ICBE)
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, membuka Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati, Ekowisata, dan Ekonomi Kreatif (International Conference on Biodiversity, Ecotourism, and Creative Economy (ICBE) 2018 di Komplek Kantor Gubernur Provinsi Papua Barat pada Minggu (7/10/2018).
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menabuh tifa sebagai simbol secara resmi pembukaan Konferensi ICBE 2018. Pembukaan dihadiri sejumlah duta besar dan perwakilan kementerian dari Pemerintah Pusat.
Konferensi ICBE akan dilaksanakan hingga 10 Oktober 2018 menghadirkan sejumlah nara sumber diantaranya Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur Papua Barat, Asisten 3 Provinsi Papua, Dosen
, Direktur , Menteri PPN, Mendagri, sejumlah Dubes dan lain sebagainya.Sedangkan materi yang disajikan beragam dan bisa dicek disini.
Dalam kesempatan tersebut, Dominggu Mandacan secara simbolis menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah Khusus Provinsi Berkelanjutan Papua Barat kepada Ketua DPRD Papua Barat Pieters Kondjol. Raperdasus tersebut menjadi landasan pembangunan di Provinsi Papua Barat sekaligus memperkuat komitmen Provinsi Konservasi yang dideklarasikan pada 2015 lalu.
Selain itu, Gubernur Papua Barat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Visi Bersama Pembangunan Berkelanjutan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dengan Asisten II Provinsi Papua Noak Kapisa. Adanya MoU tersebut menjadi penting untuk penyelarasan pembangunan berkelanjutan kedua Provinsi yang memiliki kesamaan ekologi dan biologi tersebut.
International Conference on Biodiversity Ecotourism and Creative Economy (ICBE) ini merupakan kali ketiga diadakan di Tanah Papua.
Ketua Panitia ICBE 2018 Charlie Heatubun mengatakan konferensi ini merupakan selebrasi progres kemajuan yang sudah dicapai dari target yang telah ditetapkan.
Tujuan dari konferensi di Tanah Papua untuk melihat pelestarian keanekaragaman hayati yang di punya untuk dapat diberikan kontribusi secara nasional dan global.
Dia berharap nantinya ketika oranh mendengar kata Papua bukan identik sesuatu yang tertinggal dan primitif sehingga berkomitmen membangun secara berkelanjutan.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar