News & Info
Home » Blog » Empat Strategi Untuk Membayar Kartu Kredit

Empat Strategi Untuk Membayar Kartu Kredit

(Strategi Untuk Membayar Kartu Kredit)

Kartu kredit bagaikan pedang bermata dua. Ia membuat pengalaman berbelanja jadi semakin mudah. Anda bisa menggunakannya untuk mencicil barang mahal, membeli barang dari luar negeri, dan berbagai hal lainnya. Namun, resiko memiliki kartu sakti seperti itu pun tak bisa dianggap remeh. Kalau Anda lupa bayar tagihan dan bunganya membludak, keuangan Anda bisa kacau-balau.

Nah, supaya hal-hal semacam itu tidak terjadi, Anda harus punya strategi. Inilah beberapa langkah strategis untuk mengatur pembayaran kartu kredit:

  1. Usahakan langsung lunasi, bukan melakukan minimum payment

Sesuai namanya, minimum payment merupakan nominal pembayaran terendah yang harus kamu lunasi. Selambat-lambatnya pada tanggal jatuh tempo yang tertulis di tagihan Anda. Jika Anda gagal bayar, bank akan mengenakan denda. Mereka pun biasanya “mengganggu” dengan mengingatkan Anda untuk segera membayar.

Katakan Anda beli tas seharga Rp10 juta dengan bunga 0%. Namun, ketika cicilan pertama datang, kamu hanya membayar minimum payment. Sisa tagihannya masuk ke bulan berikutnya dan dikenakan bunga 3,5%. Bulan kedua pun begitu, Anda hanya bayar minimum payment. Sisanya akan masuk ke bulan ketiga. Tiba-tiba situasi jadi tidak terduga. Anda terpaksa membongkar tabungan rumah untuk melunasi tagihan yang Anda.

Agar hal seperti ini tidak terjadi, usahakan sebisa mungkin untuk selalu melunasi tagihan yang masuk. Jangan hanya membayar minimum payment.

  1. Jangan sampai lewat dari jatuh tempo

Ketika mengajukan fasilitas kartu kredit, biasanya bank akan bertanya soal tanggal cetak tagihan pada Anda. Artinya, setiap tanggal itu, tagihan bulananmu akan dicatat. Lalu, dikirimkan ke Anda. Di dalam tagihan tersebut, tercantum tanggal jatuh tempo pembayaran.

Nah, ingat baik-baik tanggal ini. Ingat untuk selalu membayar tagihan tepat waktu. Kalau tidak, bank akan mengenakan denda. Biasanya, denda keterlambatannya sebesar 3% dari total tagihan, atau maksimal Rp300.000. Meski angka tersebut tidak terdengar banyak, kalau terjadi setiap bulan, itu merupakan pengeluaran yang seharusnya bisa Anda hindari.

  1. Gunakan fasilitas autodebet

Strategi yang ini masih berhubungan dengan yang kedua. Kalau Anda pelupa dan sering sekali lalai bayar tagihan, ada baiknya Anda menggunakan fasilitas autodebet. Dengan begitu, setiap bulan bank akan memotong uang dari rekening Anda. Sesuai angka tagihan.

Selain untuk menghindari telat jatuh tempo, ini juga mencegah uangnya terpakai. Jadi, pengeluaran wajib Anda sudah terbayar semua sebelum belanja keperluan lain.

  1. Aktifkan notifikasi email

Bank mengirimkan tagihan kartu kredit dalam du acara, yaitu lewat pos dan surel. Supaya urusan bayar-membayar ini lebih praktis, pilihlah tagihan via email. Dengan begitu, setiap tagihannya datang, Anda bisa langsung cek tagihan dan bayar kartu kredit. Aktifkan pula notifikasinya di ponsel dan email. Lalu sinkronkan dengan kalender. Jadi, kalau hampir jatuh tempo, aplikasi akan mengingatkan Anda.

Nah, itulah beberapa strategi yang bisa kamu terapkan untuk membayar kartu kredit. Kalau kamu ingin membayar kartu kredit dengan lebih mudah dan praktis, coba bayar via Traveloka. Melalui menu Tagihan & Isi Ulang, Anda bisa melunasi dan membayar berbagai macam tagihan. Mulai dari listrik, PDAM, tv kabel, dan berbagai hal lainnya.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.