Dogiyai Mencekam. Pedagang Dibacok OTK, Warga Laporkan Dua Pelajar Tertembak

Dogiyai, 11 Agustus 2025 – Situasi keamanan di kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, dilaporkan mencekam setelah serangkaian insiden yang terjadi pada hari Minggu (10/08).
Berdasarkan informasi yang diterima Nabirenet dari Polres Dogiyai, kejadian bermula dari seorang pedagang pakaian asal Buton yang menjadi korban pembacokan oleh Orang Tak Dikenal (OTK), sekitar pukul 16.20 WIT. Korban mengalami luka bacok di telapak tangan dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian korban sedang bermain bola takraw bersama saksi di depan kios milik saksi. Tiba-tiba, sekelompok OTK datang dari arah dalam bandara dan langsung mengayunkan parang ke arah korban, mengakibatkan luka sobek pada pergelangan tangan kiri. Setelah melakukan serangan, pelaku melarikan diri.
Aksi yang dilakukan oleh sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) tersebut juga disertai penyerangan terhadap aparat keamanan yang berusaha menangani situasi.
Tidak berhenti di situ, para pelaku yang melarikan diri ke arah bandara juga mencoba merampas barang milik warga lain dan mengancam dengan senjata tajam. Beruntung, aksi tersebut gagal setelah korban cepat mengunci pagar kiosnya.
Aparat keamanan yang berada di lokasi segera melakukan pengamanan dan siaga untuk mencegah eskalasi. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan Pos polisi serta mako Polisi masih diserang menggunakan batu dan juga busur panah.
Warga Laporkan Dua Pelajar Terkena Tembakan
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Nabirenet dari warga setempat yang enggan disebutkan namanya, dijelaskan bahwa tak lama setelah insiden pembacokan, terjadi keributan antara anak-anak yang sedang latihan baris-berbaris dengan aparat keamanan di lapangan terbang Dogiyai.
Akibat insiden itu, diduga dua pelajar terkena tembakan. Pelajar SMA dikabarkan mengalami luka tembak di lengan dan punggung, sementara pelajar SMP mengalami luka tembak di paha.
“Kami warga masyarakat sipil meminta kepada Kapolres dan Danramil meminta pelaku penembakan yang terjadi di Moanemani, kabupaten dogiyai, harus usut tuntas,” ujar salah seorang warga kepada Nabirenet.
Warga juga mengimbau kepada para pelajar untuk tidak usah berpartisipasi pada kegiatan gerak jalan dan meminta kegiatan tersebut dibatalkan.
Terkait dugaan adanya penembakan terhadap pelajar, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Dogiyai.
Hingga saat ini, situasi di Dogiyai dilaporkan masih mencekam.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar