INFO NABIRE
Home » Blog » Distrik Nabire Barat Rawan Kasus Pembunuhan, Seperti Terjadi Baru-Baru Ini Terhadap Tukang Ojek

Distrik Nabire Barat Rawan Kasus Pembunuhan, Seperti Terjadi Baru-Baru Ini Terhadap Tukang Ojek

1234

Kasus pembunuhan dan perampasan yang terjadi pada hari jumat 25 november 2016 lalu di SP1 Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, harus membuat pihak keamanan untuk lebih pro aktif lagi dalam melakukan patroli, disamping juga dibutuhkan peran serta masyarakat dalam menjaga sitkamtibmas di lingkungan masing-masing.

Seperti diketahui, seorang tukang ojek bernama Latif Sinta Lakis berusia 58 tahun, beralamat di Kampung Kalisemen SP2, Distrik Nabire Barat, menjadi korban pembunuhan dan perampasan kendaraan bermotor yang diduga terjadi jumat malam (25/11) di lokasi Bendungan SP1 Bumi Raya, Distrik Nabire Barat.

Berdasarkan kronologi kejadian, korban saat itu sedang dicari oleh pihak keluarga karena belum pulang kerumah sejak sore hari. Pihak keluarga Ipda Ngaripin mengatakan, ia mendapat telepon dari keluarganya bahwa orangtuanya sampai sore hari belum pulang, menurut keterangan bahwa orangtuanya tidak pernah pulang sampai sore karena biasanya mencari rumput untuk ternak nya.

Karena belum pulang, warga pun melaporkan ke Polsek Nabire Barat, dan kemudian Ketua RT mengajak warga untuk mencarinya.

Sekitar pukul 18.45 WIT saksi berinisial JN dan AA melaporkan kembali ke Polsek bahwa mereka sempat melihat korban telah membawa dua penumpang menuju arah bendungan. Warga pun melakukan pengecekan di sekitar bendungan, dan pukul 19.30 Wit, saksi JN dan AA menemukan sosok mayat yang diperkirakan adalah korban dan dalam posisi tertutup rerumputan yang tinggi.

Petugas kepolisian, Ipda Petrus Paranoan beserta anggotanya sekitar Pukul 21.00 Wit mendatangi TKP selanjutnya membawa mayat korban ke rumah sakit umum Nabire guna dilakukan otopsi visum et repertum.

Dari hasil visum sementara, terdapat luka robek dibagian belakang kepala lebar 1 cm dan dalam 5 cm yang diperkirakan tusukan benda tumpul serta sepeda motor Honda Supra-X 125 warna merah hitam Nopol DS 3486 KH, HP dan dompet tidak ada yang mana diperkirakan dibawa pelaku.

Menurut informasi dari masyarakat bahwa ditempat kejadian tersebut sering sekali terjadi kejadian yang sama dan hingga saat ini belum pernah ada pelaku yang tertangkap. Masyarakat sangat mengharapkan Kepolisian dapat mengungkap kasus tersebut.

“Daerah sini memang rawan dan kejadian ini sudah sering terjadi. Warga pendatang khususnya masih mengharapkan pihak Kepolisian lebih pro aktif dan harusnya sering patroli ke perkampungan ketempat-tempat rawan, pelaku pembunuhan disertai perampasan belum pernah ada yang terungkap,” terang warga yang tidak mau namanya disebutkan.

(Sumber)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • zainl hasan
    29 November, 2016 10:18 pada 10:18

    Waspadai bersama sambil berhati2

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.