Cegah Kecurangan Pembelian BBM Bersubsidi, SPBU Bukit Meriam dan SPBU Oyehe Terapkan Metode Digitalisasi

Nabire, Untuk mengantisipasi adanya kecurangan dalam pengisian BBM Subsidi seperti penggunaan tangki modifikasi maupun pengisian berulang kali, saat ini lembaga penyalur BBM (SPBU) menerapkan metode digitalisasi.
Hal tersebut disampaikan Supervisor SPBU Bukit Meriam, Yohanes, dan Supervisor SPBU Oyehe, Ibu Atun, kepada Nabire.Net, Rabu (19/04/2023).
Dijelaskan Yohanes, SPBU Bukit Meriam memiliki sistem yang dapat memantau nomor kendaraan yang sudah mengisi BBM Subsidi. Jika kendaraan tersebut sudah mengisi kendaraan di hari yang sama, maka di sistem akan muncul warna kuning.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Supervisor SPBU Oyehe, Ibu Atun. Namun dijelaskan Ibu Atun, pihaknya sulit mengantisipasi jika kendaraan mengganti plat nomor (nomor polisi). Tetapi jika operator menghafal kendaraan tersebut, maka pihaknya akan meminta STNK.

“Kami sudah ada sistem untuk yang Solar yaitu penggunaan barcode dengan pembatasan 50 liter per hari. sedangkan Pertalite menunggu instruksi dari Pertamina. Sedangkan Pertalite di sistemnya akan muncul kuning, berarti sudah mengisi, kita tidak akan layani. Jika operator bermain curang, maka akan disanksi 2 minggu”, tegas Ibu Atun.
Sementara kata Yohanes, sistem ini berlaku di seluruh SPBU di Nabire, sehingga mencegah kendaraan untuk mengisi BBM bersubsidi berulang kali di berbagai SPBU di hari yang sama.
Saat ditanyakan terkait pembelian BBM Industri, Supervisor SPBU Bukit Meriam, Yohanes, mengatakan, pihaknya tidak membatasi warga yang ingin membeli BBM Industri seperti Pertamax maupun Dexlite. Berbeda halnya dengan BBM bersubsidi yaitu Pertalite.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar