Bupati Mesak Magai Sampaikan Permohonan Maaf kepada GKI Usai Kesepakatan Penyelesaian Persoalan
Nabire, Bupati Nabire Mesak Magai menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua setelah Pemerintah Kabupaten Nabire dan GKI Jemaat Imanuel Kota Lama mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan yang sebelumnya berkembang.
Permohonan maaf itu disampaikan Mesak dalam agenda penandatanganan surat kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Nabire dan pihak GKI Jemaat Imanuel Kota Lama di ruang RBP Nabire, Senin (21/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Mesak menyampaikan permintaan maaf secara pribadi, mewakili keluarga, sekaligus atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire. Permintaan maaf ditujukan kepada jajaran pimpinan GKI di Tanah Papua, termasuk Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Ketua BP AM Sinode Wilayah V Papua di Nabire, Ketua Klasis Nabire, pengurus Jemaat Imanuel Kota Lama, serta seluruh jemaat GKI.
“Atas tindakan dan perkataan yang di luar daripada kontrol kami, saya menyampaikan permohonan maaf,” ujar Mesak seusai proses penandatanganan kesepakatan.
Mesak kemudian kembali menyampaikan permohonan maaf secara khusus atas tindakan yang dilakukannya. Penyampaian tersebut dilakukan dalam suasana haru dengan suara yang terbata-bata.
“Atas nama keluarga saya, saya menyampaikan permohonan maaf atas tindakan saya,” katanya.
Kesepakatan Jadi Jalan Penyelesaian
Penandatanganan surat kesepakatan menjadi bagian penting dalam proses penyelesaian persoalan antara Pemkab Nabire dan GKI Jemaat Imanuel Kota Lama.
Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan Jemaat GKI Imanuel Kota Lama bersama Pemerintah Kabupaten Nabire yang diwakili langsung oleh Bupati Mesak Magai.
Kesepakatan ini menjadi langkah untuk mengakhiri persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian dan sekaligus membuka ruang bagi hubungan yang lebih baik antara pemerintah daerah dan lembaga gereja.
Jaga Hubungan Pemerintah dan Gereja
Penyelesaian secara damai diharapkan dapat menjaga hubungan kelembagaan serta kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Nabire. Pemerintah daerah dan pihak gereja memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat, sehingga komunikasi dan hubungan yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga suasana yang kondusif.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, persoalan antara kedua pihak diharapkan tidak kembali berkembang dan hubungan antara Pemkab Nabire dengan keluarga besar GKI dapat berjalan dengan baik ke depan.
Selanjutnya, pelaksanaan isi kesepakatan menjadi bagian yang perlu diperhatikan oleh kedua pihak sebagai bentuk tindak lanjut dari proses penyelesaian yang telah dilakukan.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar