Bupati Deiyai Surati Kemenhub Minta Akses Bandara Kapiraya Dibuka
Deiyai, 18 Februari 2026 – Bupati Deiyai secara resmi mengajukan permohonan kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk membuka kembali akses operasional Bandara Kapiraya yang ditutup sejak 16 Februari 2026.
Penutupan dilakukan menyusul insiden serangan terhadap pesawat serta kondisi konflik yang terjadi di Distrik Kapiraya. Dalam surat Nomor 553/026/BUP/II/2026 tertanggal 18 Februari 2026, Bupati Deiyai menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten telah membentuk Tim Harmonisasi Penanganan Konflik Kapiraya yang melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat.
Bupati menjelaskan, pembukaan kembali akses udara sangat dibutuhkan untuk mendukung percepatan penanganan situasi di lapangan, terutama dalam pengiriman bahan makanan, obat-obatan, serta mobilisasi tim yang telah dibentuk.
“Kami sudah membentuk Tim Harmonisasi untuk konflik di Kapiraya. Giliran kami mau kirim tim ke Kapiraya untuk membawa bahan makanan dan obat-obatan, namun akses udara dibatasi oleh Kementerian Perhubungan,” ujar Bupati dalam keterangannya.
Sebelumnya, Bandara Kapiraya termasuk dalam 11 bandara perintis di Papua yang dihentikan operasionalnya pasca insiden pada 11 Februari 2026. Saat itu, pesawat Cessna Grand Caravan PK–SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation dilaporkan mengalami serangan ketika melayani rute Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW).
Kondisi geografis Distrik Kapiraya yang sulit dijangkau melalui jalur darat menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah untuk meminta pembukaan kembali akses udara. Pemkab Deiyai berharap permohonan tersebut mendapat perhatian khusus guna mempercepat pemulihan keamanan, pelayanan publik, serta distribusi bantuan kemanusiaan.
Surat tersebut turut ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri, Gubernur Provinsi Papua Tengah, dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah.
[Nabire.Net]


Leave a Reply