BMKG Catat 37 Gempa Bumi Terjadi di Nabire dan Sekitarnya Selama Sepekan
Nabire, 20 Februari 2026 – Aktivitas kegempaan di wilayah Nabire dan sekitarnya selama periode 13–19 Februari 2026 tercatat cukup aktif. Berdasarkan laporan Stasiun Geofisika Nabire Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terjadi sebanyak 37 kejadian gempa bumi dalam kurun waktu satu pekan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 gempa terjadi di darat dan 12 gempa berada di laut, sementara dua gempa dilaporkan dirasakan masyarakat.
BMKG menjelaskan, gempa dirasakan pertama terjadi pada 14 Februari 2026 dengan magnitudo 4,8, yang dirasakan di wilayah Aru Utara dan Sir-Sir, Kepulauan Aru dengan intensitas III MMI. Gempa ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan kerak bumi pada Zona Graben Aru dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Selanjutnya, gempa dirasakan kembali pada 19 Februari 2026 dengan magnitudo 5,0. Getaran dirasakan pada skala intensitas III–IV MMI di wilayah Kepulauan Aru. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa terjadi akibat aktivitas deformasi batuan pada zona yang sama dengan mekanisme patahan turun (normal fault).
BMKG memastikan hingga saat ini tidak terdapat laporan kerusakan akibat kedua gempa tersebut.
Secara statistik, mayoritas gempa yang terjadi memiliki magnitudo kecil di bawah 3,0 yakni sebesar 70,3 persen, sementara gempa dengan magnitudo lebih dari 5 hanya sekitar 2,7 persen.
Berdasarkan kedalamannya, sekitar 91,9 persen gempa tergolong dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada serta selalu mengikuti informasi resmi terkait aktivitas kegempaan di wilayah Papua Tengah dan sekitarnya.
[Nabire.Net]




Leave a Reply