Besok, Warga Nabire Bisa Nikmati Hari Tanpa Bayangan

Nabire, Fenomena hari tanpa bayangan yang biasa terjadi setiap dua kali dalam setahun, dapat dinikmati warga Nabire, jumat siang esok (12/03/21).
Hal itu sesuai informasi dari BMKG Nabire, yang diterima Nabire.Net, kamis malam (11/03/21). Dijelaskan bahwa, fenomena hari tanpa bayangan ini, akan terjadi di Nabire pada jumat siang pukul 12.07.48 WIT.
Hari tanpa bayangan atau juga disebut kulminasi utama adalah hari dimana matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.
Namun warga Nabire tidak perlu khawatir dengan fenomena ini, karena ini fenomena biasa yang terjadi setiap dua kali dalam setahun.
Warga Nabire bisa membuktikan hal ini esok dan bereksperimen menggunakan prinsip T-R-T.
T yang berarti tegak lurus. Gunakan benda seperti tongkat lurus, spidol papan tulis, botol kaca, tumbler, hamper, atau benda tegak lurus lainnya yang bagian alasnya tidak bergelombang dan stabil ketika diberdirikan.
R yang berarti rata. Pastikan permukaan tempat menaruh benda maupun bayangan sudah rata.
T yang berarti tepat waktu. Ketika pengamatan, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan terkalibrasi (bisa disinkronkan dengan ntp.bmkg.go.id)
Jadi jangan sampai lewatkan fenonema alam ini ya, dan silahkan bereksperimen sendiri untuk membuktikan apakah bayangan kita ada atau tidak pada saat terjadinya kulminasi utama.
Sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan Matahari ini dua kali dalam setahun, tepatnya di kota-kota yang terletak di antara Garis Balik Utara (23.4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (23,4 derajat Lintang Selatan).
Sedangkan, untuk kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan akan mengalami hari tanpa bayangan hanya sekali dalam setahun, yaitu ketika Solstis Juni (21/22 Juni) maupun Solstis Desember (21/22 Desember).
(Baca Juga :Â BMKG Nabire Buktikan Fenomena Alam Hari Tanpa Bayangan)
Sebagai informasi, fenomena hari tanpa bayangan ini merupakan fenomena alam langka di mana matahari akan berada tepat di atas garis khatulistiwa. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.
Akibatnya, Indonesia pada siang hari tidak akan memiliki bayangan sama sekali. Tidak cuma itu, matahari tentu akan terasa lebih terik dari biasanya.
Hari tanpa bayangan sendiri merupakan siklus tahunan. Bayangan benda tegak akan menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari saat terjadinya kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar