Bapenda Mimika Catat Realisasi Anggaran 2025 Capai 97,53 Persen, PAD Lampaui Target
Mimika, 9 Januari 2026 – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika mencatat realisasi anggaran tahun 2025 mencapai Rp5.998.410.722.171 atau 97,53 persen dari total target sebesar Rp6.150.478.000.000.
Kepala Bapenda Kabupaten Mimika, Dwi Cholifah, mengatakan capaian tersebut belum bersifat final lantaran masih dilakukan proses pencocokan data (rekonsiliasi) bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Bank Papua.
“Posisi sekarang di 97,53 persen, naik dari sebelumnya 97,4 persen. Kami masih melakukan rekonsiliasi dengan BPKAD dan Bank Papua karena ada beberapa dana seperti pajak MBLB dan katering yang masuk ke rekening transitoris sebelum ke RKUD. Kemungkinan masih ada tambahan sekitar Rp20 miliar lagi, sehingga realisasi bisa mendekati 98 persen,” ujar Dwi Cholifah saat diwawancarai, Kamis (9/1/2026).
Ia menjelaskan, realisasi anggaran tidak mencapai 100 persen disebabkan adanya sejumlah dana perimbangan dari pemerintah pusat yang tidak tersalurkan sepenuhnya. Di antaranya, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp32 miliar tidak tersalurkan karena progres fisik beberapa OPD belum mencapai 100 persen.
Selain itu, Dana Desa hanya terealisasi Rp103 miliar dari target Rp130 miliar akibat adanya pengurangan alokasi dari pusat. Sementara Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp80 miliar yang diharapkan cair pada akhir 2025 mengalami penundaan dan kemungkinan baru akan disalurkan pada tahun 2026.
Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mimika justru menunjukkan kinerja positif. PAD tahun 2025 tercatat mencapai Rp532.652.782.888 atau 107,80 persen, melampaui target awal sebesar Rp494.127.577.500.
Untuk sektor pajak daerah, realisasi mencapai Rp349.578.074.209 atau 102,19 persen dari target Rp342.089.600.000.
Lebih lanjut, Dwi Cholifah mengungkapkan bahwa target Pendapatan Daerah tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp5.664.692.215.000, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 akibat pemangkasan Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat.
“Kendati total pendapatan daerah menurun, pemerintah daerah tetap optimis meningkatkan kemandirian fiskal melalui PAD. Target PAD tahun 2026 naik menjadi Rp585.556.511.000 dari sebelumnya Rp494.127.577.500. Sementara target pajak daerah juga dinaikkan menjadi Rp410.972.013.000 dari sebelumnya Rp342.089.600.000,” tutupnya.
[Nabire.Net/Yosef Doo]


Leave a Reply