INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Apiner Semu Apresiasi Bupati Dogiyai atas Penempatan Putra Asli Jadi Kepala OPD

Apiner Semu Apresiasi Bupati Dogiyai atas Penempatan Putra Asli Jadi Kepala OPD

(Apiner Semu)

Dogiyai, 5 Juni 2025 – Intelektual muda asal Dogiyai, Apiner Semu, memberikan apresiasi terhadap langkah Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., yang menempatkan orang asli Dogiyai untuk mengisi jabatan strategis sebagai Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kebijakan ini dinilai selaras dengan semangat Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang memberikan ruang bagi masyarakat asli Papua untuk menjadi tuan di negerinya sendiri, dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Kamis, (5/6/2025)

Menurut Apiner, penunjukan pejabat OPD dari kalangan orang asli Dogiyai merupakan bentuk penguatan partisipasi lokal dalam sistem pemerintahan daerah.

“Kebijakan ini sangat relevan dengan semangat Otsus yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua dan menjamin keterlibatan aktif mereka dalam pengambilan keputusan pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran figur-figur lokal di jabatan struktural akan memperkuat rasa memiliki terhadap pemerintahan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap arah pembangunan daerah.

“Pejabat yang memahami budaya, bahasa, dan karakter masyarakat Dogiyai tentu akan lebih tepat dalam merumuskan kebijakan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Namun demikian, Apiner menekankan bahwa kebijakan afirmatif ini tetap harus dijalankan dalam kerangka prinsip good governance. “Penempatan kepala OPD harus tetap mengedepankan kompetensi, profesionalisme, dan dilakukan secara objektif dan transparan. Jangan sampai afirmasi mengabaikan meritokrasi,” tegasnya.

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Otsus Papua, penguatan kapasitas dan kewenangan daerah harus dimanfaatkan untuk menciptakan sistem pemerintahan yang inklusif, adil, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Dengan kebijakan tersebut, Bupati Yudas Tebai dinilai telah mengambil langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis kearifan lokal, sekaligus membuka ruang regenerasi kepemimpinan yang berakar dari tanah Dogiyai sendiri.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.