INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Aktivis GMNI Nabire Tolak Program Transmigrasi di Papua

Aktivis GMNI Nabire Tolak Program Transmigrasi di Papua

(Aktivis GMNI Nabire Tolak Program Transmigrasi di Papua)

Nabire, 31 Oktober 2024 – Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nabire mengekspresikan penolakan tegas terhadap program transmigrasi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Mereka khawatir program ini akan semakin meminggirkan masyarakat adat Papua yang masih bergantung pada hutan dan alam.

Aktivis GMNI Papua Tengah di Nabire, Anouw Muyapa, dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa jika pemerintah pusat memaksakan program ini, masyarakat lokal akan menjadi penonton di tanah mereka sendiri.

“Masyarakat termarjinalkan, sementara para imigran datang mengambil sumber daya dari hutan tanah adat yang telah mereka jaga turun temurun,” ungkapnya.

Anouw juga menyoroti bahwa Kementerian Transmigrasi tampak terburu-buru dalam merancang program ini, padahal setiap hari jumlah penduduk dari luar Papua terus bertambah tanpa perlu adanya transmigrasi.

DPC GMNI Nabire pun menegaskan penolakan mereka terhadap transmigrasi ke Papua Tengah, meminta perhatian khusus dari DPRD dan DPRP setempat terhadap rencana pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat adat.

“Papua belum siap untuk menerima transmigrasi,” tegas Anouw, mengajak pemuda Papua untuk bersama-sama menyikapi isu ini secara serius.

GMNI berharap Kabinet Merah Putih dapat lebih bijak dalam merencanakan program-program yang berdampak pada masyarakat lokal.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • AKHMAD,S.E.
    2 November, 2024 14:43 pada 14:43

    Yah….. hak mereka. Contoh: Sumatera hingga thn 2000 baru dihentikan, dg alasan sudah tdk ada lahan lagi. Para transmigran (pendatang) membaur dg warga lokal (asli), nyaman tdk ada kendala. Lihat sekarang, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku? Seperti pulau Jawa sekarang. Bagaimana dg Paua? Mau bersikap seperti itu terus? Kapan mau maju?

  • Budiarto
    2 November, 2024 14:29 pada 14:29

    Seolah Papua menjadi daerah tertutup bagi warga nonpapua…kpan majunya…

  • Tusan
    2 November, 2024 09:09 pada 09:09

    Sebelum ada progam transmigrasi orang setempat diberikan perhatian cara budidaya tanaman pangan dan hortikultura tanam padi jagung karet/sawit sayuran dll jd ketika ada transmigrasi orang setempat sdh siap

  • Amin Wahyudi
    1 November, 2024 22:04 pada 22:04

    Setuju. Transmigrasi dari non Papua ké Papua akan membahayakan kearifan lokal dan budaya Papua.
    Salam dari Jawa Tengah

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.