INFO NABIRE
Home » Blog » Aksi Hari HAM di Nabire, Front Rakyat Papua Soroti 64 Tahun Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Aksi Hari HAM di Nabire, Front Rakyat Papua Soroti 64 Tahun Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Nabire, 10 Desember 2025 – Front Rakyat Papua bersama mahasiswa dan pelajar menggelar aksi peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, Rabu, 10 Desember 2025. Aksi tersebut mengangkat isu pelanggaran HAM di Papua yang disebut telah berlangsung selama 64 tahun akibat darurat militerisme, investasi, dan krisis kemanusiaan.

Aksi dimulai dari beberapa titik kumpul, yakni Kampus USWIM Nabire, Pasar Karang, serta sejumlah titik lainnya, dengan tujuan akhir menuju Kantor Gubernur Papua Tengah.

Dalam aksi tersebut, massa membawa pamflet dan poster berisi tuntutan dan seruan. Beberapa tulisan yang dibentangkan antara lain, “Kami butuh guru dan dokter bukan militer”, “Tarik militer organik dan non organik di Papua” “Indonesia bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Papua selama 64 tahun” dengan tagar Save Papua dan Hari HAM 10 Desember, serta “Papua Zona Darurat Militer.

Dalam salah satu orasi di Pasar Kalibobo, seorang peserta aksi yang enggan disebutkan namanya berteriak menyuarakan kondisi darurat militer di Papua.

“Papua darurat militer, hentikan pendropan militer di Papua. Kami ingin bebas, pisah dari NKRI,” teriaknya.

Selain orasi, massa aksi juga menyanyikan lagu perlawanan. Salah satu penggalan lirik yang disuarakan berbunyi, “Indonesia tangkap-tangkap orang, bunuh-bunuh orang, gara-gara Papua Merdeka Indonesia bunuh-bunuh orang.”

Diketahui, peserta aksi Hari HAM Papua tersebut terdiri dari pelajar, mahasiswa, pemuda, serta Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang hadir sebagai media rakyat Papua.

Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung di titik kumpul Pasar Karang dan dijaga ketat oleh aparat keamanan dari Kepolisian.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.