INFO NABIRE
Home » Blog » Aksi Damai di Pasar Karang Nabire, Mahasiswa Suarakan 18 Tuntutan untuk Papua

Aksi Damai di Pasar Karang Nabire, Mahasiswa Suarakan 18 Tuntutan untuk Papua

Nabire, 20 Februari 2026 – Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi damai bertajuk mimbar bebas di Pasar Karang, Tumaritis, Nabire, Jumat (20/2/2026). Aksi yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIT tersebut berjalan aman, tertib, dan mendapat pengawalan aparat keamanan.

Dalam aksi tersebut, massa membawa tema besar “Cabut PSN, Tolak Militerisme dan Investasi di Seluruh Tanah Papua.” Melalui orasi serta pembacaan pernyataan sikap, para mahasiswa menyampaikan kritik terhadap kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN), peningkatan operasi militer, serta ekspansi investasi yang dinilai berdampak terhadap masyarakat adat Papua.

Para peserta aksi menyoroti situasi keamanan di sejumlah wilayah seperti Yahukimo, Intan Jaya, Nduga, Pegunungan Bintang, Maybrat hingga Boven Digul. Mereka menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya operasi keamanan yang disebut berdampak pada warga sipil, termasuk munculnya pengungsi internal, trauma psikologis masyarakat, serta terganggunya aktivitas ekonomi warga.

Massa juga menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua yang menurut mereka perlu ditindaklanjuti secara hukum dan transparan. Selain itu, mahasiswa menyampaikan keberatan atas penggunaan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, gereja, kantor pemerintah, maupun rumah warga sebagai pos aparat keamanan di sejumlah daerah konflik.

Dalam orasinya, massa turut menyinggung kebijakan PSN yang dicanangkan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, termasuk proyek pengembangan pangan dan energi di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Mereka menilai sejumlah proyek perkebunan dan industri ekstraktif berpotensi mengancam hutan adat serta ruang hidup masyarakat apabila tidak melibatkan persetujuan penuh masyarakat setempat.

Selain itu, massa aksi juga menolak rencana eksploitasi Blok Wabu serta ekspansi perusahaan yang direncanakan beroperasi di wilayah Papua Tengah dan Papua secara umum.

Koordinator Lapangan aksi, Marius Petege, menyatakan mimbar bebas tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai dan konstitusional. Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah membuka ruang dialog yang adil dan transparan terkait berbagai persoalan di Tanah Papua.

Aksi ditutup dengan pembacaan 18 poin pernyataan sikap serta doa bersama. Hingga kegiatan berakhir, situasi di kawasan Pasar Karang Tumaritis Nabire terpantau aman dan kondusif.

[Nabire.Net/Marten Dogomo]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.