INFO NABIRE
Home » Blog » Akibat Kepsek Pamalas Masuk Sekolah dan Tidak Transparan Terkait Penggunaan Dana BOS, Guru SDN Inpres Bumi Wonorejo Nabire Mogok Kerja

Akibat Kepsek Pamalas Masuk Sekolah dan Tidak Transparan Terkait Penggunaan Dana BOS, Guru SDN Inpres Bumi Wonorejo Nabire Mogok Kerja

Akibat Pamalas Masuk Sekolah dan Tidak Transparan Terkait Penggunaan Dana BOS, Guru SDN Inpres Bumi Wonorejo Nabire Mogok Kerja
(Akibat Kepsek Pamalas Masuk Sekolah dan Tidak Transparan Terkait Penggunaan Dana BOS, Guru SDN Inpres Bumi Wonorejo Nabire Mogok Kerja/Foto.WAG Nabire.Net)

Nabire, Para guru SD Negeri Inpres Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Papua, melaksanakan aksi mogok kerja, Senin (24/10/2022). Aksi mogok kerja ini disebabkan Kepala Sekolah mereka yang dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

Nabire.Net mencoba mewawancarai salah seorang guru SD Negeri Inpres Bumi Wonorejo, yang tak ingin disebutkan identitasnya.

Kepada Nabire.Net, guru tersebut mengatakan, ada sejumlah hal yang membuat para guru SD Negeri Inpres Bumi Wonorejo Nabire melakukan aksi mogok kerja.

Persoalan yang pertama adalah Kepala Sekolah SD Negeri Inpres Bumi Wonorejo atas nama Fransisca Magai, tidak menjalankan tugasnya dengan baik semenjak menjabat sebagai Kepala Sekolah.

Selain itu, Kepala Sekolah kehadirannya sangat kurang di sekolah sehingga masalah yang terjadi di sekolah baik mengenai guru, siswa maupun orang tua tidak bisa ditangani dengan baik.

“Hanya guru senior yang selalu memback up jika ada permasalahan. Begitupun dengan masalah administrasi. Contoh, hal kecil saja yaitu daftar kehadiran guru sampai saat ini tidak ada.Dan masih banyak hal lain yang seharusnya Kepala Sekolah perhatikan, tapi itu tidak dilakukan. Beliau malas tahu dan tidak mau berkomunikasi atau pun bertukar pendapat dengan guru yang ada di sekolah,” ujar guru yang diwawancarai oleh Nabire.Net.

Lebih lanjut dikatakan, Kepala Sekolah juga tidak transparan dalam mengelola dana BOS. Sudah 2x pencairan dana BOS, guru-guru tidak tahu perincian pengeluarannya sama sekali.

Padahal menurut nara sumber, jumlah dana BOS di SD Negeri Inpres Bumi Wonorejo Nabire lebih dari 500 siswa dan jumlah dana BOSnya kurang lebih hampir mencapai 200 juta sekali pencairannya.

“Yang kemarin itu cuma dipakai untuk pembayaran guru honorer, uang UTS dan pembuatan sumur. Selebihnya, guru-guru tidak tahu uangnya lari kemana,” beber nara sumber.

Saat ditanyakan hingga kapan aksi mogok ini dilaksanakan dan bagaimana nasib para siswa-siswi SD Negeri Inpres Bumi Wonorejo Nabire, nara sumber mengatakan, sudah dilakukan rapat di Dinas Pendidikan yang dihadiri Kepala Sekolah yang bersangkutan, Kepala Dinas Pendidikan, Komisi B DPRD Nabire, Sekretaris Dinas dan Wakil Bupati.

(Pertemuan Kepala Dinas Pendidikan Nabire bersama anggota DPRD Nabire dan para guru serta Kepala Sekolah SD Negeri Inpres Bumi Wonorejo Nabire)

Menurutnya, Kepala Dinas Pendidikan memberi kesempatan kepada Kepala Sekolah SD Negeri Inpres Bumi Wonorejo Nabire, Fransisca Magai, untuk memperbaiki kesalahannya. Dan jika tidak ada perubahan beberapa bulan ke depan, maka akan dipertimbangkan kembali untuk diganti, dan kewenangan penggantian bukan wewenang Kepala Dinas.

Sementara terkait kegiatan belajar mengajar, besok Selasa (25/10/2022), sekolah sudah mulai aktif kembali dan kegiatan belajar mengajar sudah berjalan kembali.

Persoalan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) memang perlu mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan Nabire. Kepala Dinas Pendidikan Nabire wajib mengawasi penggunaan dana BOS hingga proses pertanggungjawabannya di Dinas.

Jadi, Kepala Dinas bukan hanya mengawasi penggunaan dana BOS saja tetapi juga mengawasi Staf Dinas Pendidikan Nabire yang ada keterkaitannya dalam proses pertanggungjawaban dana BOS, sehingga tidak ada penyalahgunaan dana BOS baik oleh Kepala Sekolah maupun dari internal Dinas Pendidikan kabupaten Nabire.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • hersens
    12 November, 2022 20:38 pada 20:38

    Masih banyak yg perlu dibenahi. Bukan saja sekolah yang bersangkutan, tapi sistem pengawasan juga perlu transparan. Ibarat ikan itu busuk dari kepala kemudian menjalar kebawah.
    Ada guru guru yang mau betul betul membangun tapi dihalang halangi. Jika benar demikian, maka genaplah Firman Allah. Lukas 17:2
    Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.

  • Ferdi
    26 Oktober, 2022 15:38 pada 15:38

    Mungkin kalau bisa di pecat ? Pecat saja atau lapor kepalah dinas. Bikin Malu😅😡😡

  • NABIRENET author
    25 Oktober, 2022 16:38 pada 16:38

    @enas : Silahkan gugat. Kami tunggu.

  • enas
    24 Oktober, 2022 22:30 pada 22:30

    Pengimputan berita di nabirenet selalu tdk berimbang, andaikan sy kepsek atau masalah berhub dgn sy sa pasti gugat media nabirenet yg bukan berita tapi sllu input bentuk cerita” ini
    Wartawan abal” yg ada di nabirenet
    Selalu dan selalu sumber berita tdk berimbang

  • Musa Boma
    24 Oktober, 2022 21:41 pada 21:41

    Pendidikan merupakan sarana yang paling penting dalam kehidupan manusia.

    Oleh sebab itu penggunaan dana bos harus minta pertanggun jawaban kepada pihak yang bersangkutan kalau tidak jelas penggunaannya berarti dari pada ulah satu orang seribu generasi korbang lebih baik satu korbang kepala sekolah perlu ada kebijakan dari Dinas Pendidikan.

    Untuk proses belajar mengajar di sekolah diharapkan kepada guru-guru perlu aktif kembali karena itu merupakan juga bahwa tugas.

  • Jhoni
    24 Oktober, 2022 20:11 pada 20:11

    Dinasti MAGAI

  • JUBl
    24 Oktober, 2022 19:00 pada 19:00

    Tinjau kembali penggunaan dana BOS
    Tidak sedikit yang menyelewengkan dana tersebut
    Karena dekat dengan penguasa seenaknya saja menggunakan dana bos dan tidak transparan

  • Bim kanee
    24 Oktober, 2022 17:58 pada 17:58

    Peduli akan pendidikan untuk mewujudkan generasi papua yang andal dan praktis di masa depan.

  • Maley
    24 Oktober, 2022 17:50 pada 17:50

    Jika media mau meng-upload informasi, harus sertakan sumber informasi dari siapa dan siapa yang mengatakan, agar sumber informasinya dapat di percaya.

  • Alenatomote
    24 Oktober, 2022 17:32 pada 17:32

    Kepala cekolah Juga magai e. kepala cekola pikir bupati jg magai yadi seeanak nya sj. Nabire ko pu yadi. Perubahan apa itu

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.