Ajakan Berhenti Total 3 Hari Tak Bisa Dipertanggungjawabkan, Ini Kata Jubir Pemerintah Hingga Sekda Nabire

Nabire – Selama beberapa hari belakangan ini, warga Nabire dibuat bertanya-tanya terkait beredarnya seruan untuk berhenti total selama tiga hari, dari tanggal 10 hingga 12 April 2020.
Bahkan sejumlah warga yang berprofesi sebagai pedagang, cukup banyak menanyakan hal ini ke Nabire.Net, untuk memastikan kebenaran akan seruan tersebut.
“Ayo kompak Lawan Virus Serempak Se-Indonesia Berhenti Total Tiga Hari,” begitu isi tulisan pada poster tersebut.
Dalam poster tersebut tertulis juga “Virus tidak bisa pindah kecuali dipindakan, dan jika dalam 24 jam tidak dipindahkan virus mati sendiri.” Adapun ajakan pelaksanaannya adalah pada 10-12 April 2020.
Menanggapi hal tersebut, sejumlah pihak telah menegaskan bahwa informasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Seperti disampaikan Sekda Nabire, Daniel Maipon, SSTP, kamis (09/04).
Sekda mengatakan, info untuk tinggal di rumah tiga hari itu tidak benar. Oleh karena itu, ia meminta warga untuk tidak usah mendengar info tersebut.
“Untuk yang tinggal di rumah tiga hari itu tidak benar. Warga tidak usah mendengar info-info yang tidak bisa dipertanggungjawabkan di media, atau dari mulut ke mulut. Harus dengar langsung dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan seperti Pemkab, Polres maupun Tim Gugus Covid-19”, kata Sekda.
Hal ini juga sudah dikonfirmasi oleh Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto. Ahmad mengaku jika pemerintah tidak pernah mengeluarkan hal tersebut.
“Tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Achmad Yurianto, Kamis (9/4/2020), seperti dilansir Nabire.Net dari Detik.
Meski begitu, Yuri tetap mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap tinggal di rumah di masa pandemi corona ini. Bahkan dirinya meminta warga untuk tidak mudik terlebih dahulu sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
[Nabire.Net/R.W]


Leave a Reply