INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Ada Hutang 9 Miliar Rupiah Lebih yang Belum Terbayar, Inspektorat Nabire Gelar Audience dengan Manajemen RSUD Nabire

Ada Hutang 9 Miliar Rupiah Lebih yang Belum Terbayar, Inspektorat Nabire Gelar Audience dengan Manajemen RSUD Nabire

Ada Hutang 9 Miliar Rupiah Lebih yang Belum Terbayar, Inspektorat Nabire Gelar Audience dengan Manajemen RSUD Nabire
(Ada Hutang 9 Miliar Rupiah Lebih yang Belum Terbayar, Inspektorat Nabire Gelar Audience dengan Manajemen RSUD Nabire)

Nabire, Bertempat di ruang pertemuan RSUD Nabire, Rabu (21/06/2023), telah dilaksanakan pertemuan antara Tim Inspektorat kabupaten Nabire dengan manajemen RSUD Nabire.

Dasar dilaksanakannya pertemuan ini atas perintah Bupati Nabire untuk mereview dana di RSUD Nabire sekaligus untuk mendengar keluh kesah dan persoalan di bawah terkait kerja-kerja RSUD Nabire sebagai pelayanan umum.

Tim Inspektorat kabupaten Nabire diketuai oleh Hersel Dating selaku Inspektur Pembantu IV, Sekretaris Inspektorat kabupaten Nabire, Levina H.Niwari, S.Sos, beserta jajaran Inspektorat.

Rombongan ditemui oleh Direktur RSUD Nabire, dr. Frans Sayori, M.Kes, bersama manajemen RSUD Nabire.

Nabire.Net berkesempatan mewawancarai Ketua Tim, Hersel Dating. Hersel menjelaskan bahwa kegiatan hari ini sesuai perintah Bupati Nabire, karena ada hutang yang belum terbayar oleh RSUD Nabire kurang lebih sebesar 9.4 Miliar rupiah.

(Ketua Tim Inspektur Pembantu IV, Hersel Dating, sebelah kiri)

“Kami dari Inspektorat meminta kepada Direktur RSUD untuk melaksanakan audience untuk mendengar langsung keluh kesah dan persoalan di bawah terkait kerja-kerja rumah sakit sebagai pelayanan umum”, kata Hersel Dating.

Lanjut dijelaskan, tim ini juga memberikan masukan kepada Direktur RSUD Nabire, sekaligus meminta data yang diperlukan untuk review.

“Terkait adanya perbedaan data, perbedaan data itu hanya karena miskomunikasi, dimana ada oksigen tidak dimasukkan ke dalam data 9 miliar, tetapi barang itu ada. Dalam LK itu sendiri oksigen tidak masuk, padahal itu riil selama 2.5 tahun belum dibayar”, beber Hersel Dating.

Sekretaris Inspektorat kabupaten Nabire, Levina H.Niwari, S.Sos
(Sekretaris Inspektorat kabupaten Nabire, Levina H.Niwari, S.Sos)

Di tempat yang sama, Sekretaris Inspektorat kabupaten Nabire, Levina H.Niwari, S.Sos saat diwawancarai Nabire.Net mengatakan, kegiatan hari ini adalah untuk melaksanakan perintah Bupati Nabire untuk mereview dana di RSUD yang mana ada terjadi kejanggalan di tahun 2022.

“Ada terjadi kejanggalan di tahun 2022, dimana di tahun 2023 ini, mau membayar hutang tahun 2022, sehingga kami mengcrosscheck kembali untuk melihat kendalanya seperti apa dan solusinya seperti apa sehingga kita bersama-sama dengan pihak RSUD menindaklanjuti persoalan tersebut”, tutur Levina kepada Nabire.Net.

Lebih lanjut, Levina mengatakan, “di dalam LK itu, kami dapatkan ada 9 Miliar rupiah lebih, ternyata data dari RSUD yang membengkak menjadi 10 Miliar rupiah. Ini kita cari selisihnya, Ini menjadi acuan bagi kami untuk mencari titik kesalahannya dimana dan kita bersama-sama menyelesaikan”.

[Nabire.Net/Edi Sutrisno]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • MARIUS LIGHT WELL WOOD IYAI
    25 Juni, 2023 20:38 pada 20:38

    Memang Rsud nabire harus di benahi .sy pengalaman pribadi dr bulan januari samapai saat ini masih perawatan di sini .karna istri melahirkan dan bayi masih di nicu .dr januari smpai sekarang pun setiap lab dan tebus obat kami harus cari di apotik luar dan 80% obat dapat di luar apotik rs selalu kosong .

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.