INFO PAPUA
Home » Blog » Ada Baiknya Anggota DPRD Yang Dilantik Di Pegunungan Tengah Papua Gunakan Pakaian Adat (Koteka)

Ada Baiknya Anggota DPRD Yang Dilantik Di Pegunungan Tengah Papua Gunakan Pakaian Adat (Koteka)

(Pelantikan DPRD Nabire 2015 lalu)
(Pelantikan DPRD Nabire 2015 lalu)

Nabire – Sejumlah daerah di provinsi Papua telah melaksanakan pelantikan anggota DPRD terpilih hasil Pemilu 2019 lalu. Selain itu daerah lainnya akan menyusul menggelar pelantikan usai putusan sengketa Pemilu di MK telah diketahui.

Selama ini, pelantikan anggota DPRD terpilih di Papua dilakukan secara formal, menggunakan jas. Namun, sebagai upaya untuk melestarikan budaya di Papua, khususnya di wilayah pegunungan tengah Papua, ada baiknya pelantikan anggota DPRD terpilih menggunakan pakaian adat.

Misalnya untuk laki-laki dari pegunungan tengah, menggunakan Koteka. Sementara perempuan menggunakan pakaian adat. Jika dari suku lain, menyesuaikan dengan pakaian adatnya.

Demikian halnya juga dengan anggota DPRD di wilayah pesisir Papua, bisa menggunakan pakaian adatnya sendiri.

Selain menjaga budaya dan kearifan lokal, hal ini sekaligus dapat menghemat penggunaan anggaran pakaian seperti jas yang selama ini cukup mahal.

Disamping itu, penggunaan pakaian adat dapat menjadi contoh bagi masyarakat konstituennya sekaligus menunjukkan bahwa mereka adalah pelayan masyarakat yang mewakili masyarakat dan akan bekerja untuk masyarakatnya.

Apalagi tidak ada aturan resmi yang mengharuskan bahwa anggota DPRD yang akan dilantik harus menggunakan jas, peci, pin emas dan lain sebagainya.

Selain itu, Papua adalah daerah otonomi khusus, sehingga penggunaan pakaian adat seperti koteka tentu tidak akan menjadi masalah saat pelantikan.

Penggunaan pakaian adat juga merupakan bagian dari pendidikan politik kepada masyarakat bahwa anggota DPRD terpilih peduli terhadap budaya dan daerah asalnya.

Dengan menggunakan pakaian adat, justru anggota DPRD telah menunjukkan bahwa mereka memiliki kapasitas dan integritas untuk memperjuangkan warga yang telah memilih mereka, sekaligus mendekatkan mereka kepada warga konstituennya.

*Penulis, Hari Suroto, Peneliti Balai Arkeologi Papua, sekaligus Dosen Antropologi Uncen, yang pernah meminta mahasiswanya menggunakan koteka saat kuliah. Tulisan ini dikirimkan kepada Nabire.Net

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.