Ada 12 OPD yang Penyerapannya di Bawah 20%, Plh. Sekda Papua Tengah Minta Percepatan Penyerapan Sebelum 25 Agustus 2023

Nabire, Masih ada 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang penyerapan anggarannya di bawah 20%. Oleh karena itu, OPD tersebut diminta untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran sebelum tanggal 25 Agustus 2023.
Hal itu ditegaskan Plh. Sekda Papua Tengah, Anwar Damanik, SSTP., MM., saat memimpin Apel Pagi di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Senin (07/08/2023), bertempat di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Jalan Merdeka, Nabire.
Ditegaskan Anwar Damanik, akan ada berbagai lomba yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-78 tahun 2023, yang merupakan kolaborasi antara Pemprov Papua Tengah dengan Pemkab Nabire.
Berkaitan dengan hal tersebut, efektivitas kerja sebelum tanggal 17 Agustus tinggal di minggu ini. Oleh karena itu, Anwar Damanik berharap semua pekerjaan bisa dioptimalisasi seminggu sebelum tanggal 14, karena hal ini berkaitan dengan penyerapan anggaran.
Dikatakan, pada tanggal 25 Agustus 2023, Pj.Gubernur Papua Tengah akan dievaluasi kembali oleh Kementerian Dalam Negeri. Dan pada saat ini, persentase daripada penyerapan masih di angka 15.84%. Bahkan masih ada tujuh OPD yang penyerapannya di bawah 10%.
Berikut tujuh OPD yang penyerapannya di bawah 10% :
-
Dinas PUPR : 0.89%
-
Dinas Koperasi & UKM : 1.92%
-
Dinas Tenaga Kerja dan ESDM : 1.92%
-
Dinas Perhubungan : 3.48%
-
Majelis Rakyat Papua : 5.06%
-
Dinas Lingkungan Hidup : 6.54%
-
Dinas Kesehatan : 9.64%
Selain tujuh OPD yang penyerapannya di bawah 10%, ada lima OPD lainnya yang penyerapannya di bawah 20%, yaitu :
-
Dinas Pertanian : 11%
-
Dinas Komunikasi : 12.84%
-
Dinas Sosial, P3A : 13.72%
-
Dukcapil : 16.59%
-
BPKAD : 17.91%
Plh. Sekda Papua Tengah, Anwar Damanik, SSTP., MM., meminta agar setiap OPD melakukan percepatan penyerapan. Percepatan tidak hanya di level Pimpinan tetapi juga dibutuhkan kerja sama dengan Administrator, Pelaksana dan Fungsional.
“Target sebelum, tanggal 25 Agustus, 40% (penyerapan). Kita kembalikan pertanyaan ini kepada Bapak-Bapak Semua yang di OPD. Kalau tidak mendukung program kinerja Pimpinan, apakah layak dipertahankan? Itu pertanyaan besarnya”, kata Anwar Damanik.
Lebih lanjut dikatakan, jika saat ini kita melihat warga masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan, masih banyak dari mereka yang belum tersentuh. Oleh karena itu, ini kerja sistem, saling mengikat antara OPD.
“Jangan terlalu santai Bapak/Ibu semua. Waktunya 1 minggu saat ini dan 1 minggu setelah tanggal 17 Agustus, kita harus mencapai minimal 35%. Bagaimana caranya? Bapak/Ibu pikirkan. Lakukan dengan rencana yang baik. Kerja sama tim. Duduk bersama di kantor. Kalau ini tidak dilakukan, mustahil”, kata Plh. Sekda Papua Tengah.
Menindaklanjuti hal ini, di minggu ini juga, Tim TAPD akan melakukan rasionalisasi, realokasi dan refokusi. Akan ada beberapa kegiatan yang dilakukan untuk percepatan penyerapan yang tinggal 4 bulan. “Waktu tinggal 4 bulan kita terlalu santai”.
Lanjut dikatakan Anwar Damanik, jangan terlalu banyak perjalanan dinas, kecuali penting dan dapat ijin. Kalau pekerjaan masih banyak tetapi jalan, butuh waktu 1 minggu untuk menyelesaikan itu, terpakem 2 minggu. Minggu ketiga baru bisa dikerjakan.
“Pimpinan sudah memaksimalkan semua potensi pendapatan, tapi juga harus dibarengi dengan percepatan, kecekatan, kecerdasan dari kita semua untuk merealisasikan hal itu”, tegas Anwar Damanik.
Adapun peserta Apel yang hadir hari ini sebanyak 340 orang. Data nominatif ASN sudah di 900-an lebih. Rata-ratanya (kehadiran ASN di Apel Pagi) diantara 300-380 yang tertinggi. Artinya, masih banyak ASN yang tidak disiplin.
“Kita akan lihat kedepannya keputusannya sejauh mana. Apakah itu berapa persen kehadiran, kinerja, kita akan lihat kedepannya kita akan naikkan lagi. Kalau kehadiran 70%, kalau hadir 100% TPP yang dianggarkan bisa diperoleh 70%. Lalu 30% adalah kinerja yang diinput di aplikasi E-Kinerja”, tambah Anwar Damanik.
[Nabire.Net/Edi Sutrisno/ Clivans Marciano Halim]









Leave a Reply