INFO NABIRE
Home » Blog » Deklarasi Komunitas Lahir Besar Puncak dan Puncak Jaya (KOLABEPPUJA) di Nabire

Deklarasi Komunitas Lahir Besar Puncak dan Puncak Jaya (KOLABEPPUJA) di Nabire

(Deklarasi Komunitas Lahir Besar Puncak dan Puncak Jaya (KOLABEPPUJA) di Nabire)

Nabire, Komunitas Lahir Besar Puncak dan Puncak Jaya (KOLABEPPUJA) yang ada di kabupaten Nabire dideklarasikan secara resmi, Sabtu (27/11) di Aula St. Yusuf, Gereja Katolik Bukit Meriam, Nabire – Papua.

Dalam acara deklarasi KOLABEPPUJA tersebut dihadiri oleh para orang tua yang pernah bertugas di sejumlah distrik di kabupaten Puncak dan Puncak Jaya sebagai perintis sebagai guru, pegawai negeri sipil, TNI/Polri maupun para pewarta Injil.

Inisiator pembentukan KOLABEPPUJA, Marselus Gobai mengatakan tujuan pembentukan komunitas tersebut untuk merajut persatuan bagi anak-anak dari perintis yang pernah mengabdikan diri sebagai PNS, guru, penginjil, TNI Polri maupun petugas pemerintahan yang lain.

“Kami (anak-anak) ingin mempertahankan dan melanjutkan buah karya tangan para orang tua kami, yang telah berhasil rintis dalam pembangunan dluruh wilayah Puncak dan Puncak Jaya sejak tahun 1960-an. Orang tua kami menjadi pelaku sejarah pembangunan Puncak dan Puncak Jaya dengan cara mereka masing-masing dalam bidangnya,” kata Marsel Gobai

Tambah Gobai, tujuan lain terus menjaga karya-karya para orang tua. Dia tidak mau dengan berkembangnya zaman, seluruh karya para perintis hilang begitu saja. Sehingga, ke depan melalui KOLABEPPUJA ini bisa mengawal dan pertahankan nilai dan hasil karya orang tua di kabupaten Puncak dan Puncak Jaya.

“Kami mau terus mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan yang sudah terjalin lama, saat para orang tua kami bertugas di 5 distrik di tahun 60-an dan 70-an hingga kami anak-anak dilahirkan, dibesarkan, disekolahkan dan masih bertahan hingga saat ini. Persatuan dalam kekeluargaan itu kami ingin terus jaga hingga kapanpun,” ungkapnya

Salah satu senior KOLABEPPUJA, Daniel Gobai mengaku senang dengan hadirnya Komunitas tersebut. Ia ingatkan agar kerja dengan hati sebagaimana para orang tua rintis pembangunan Puncak dan Puncak Jaya.

“Apa yang dulu orang tua pernah buat kami akan lanjutkan melalui KOLABEPPUJA ini,” kata Daniel Singkat

Salah satu orang tua yang juga pelaku perintis di kabupaten Puncak, Frederikus Pekei mengatakan mengaku senang dan bangga bisa menjadi bagian dari awal pembangunan kabupaten Puncak dan Puncak Jaya.

“Orang tua para perintis sudah kerja dalam berbagai keterbatasan. Namun, mereka sudah letakkan pondasi pembangunan Puncak dan Puncak Jaya dengan baik,” katanya

Salah satu buktinya, hasil didikan orang tua adalah melahirkan seorang pemimpin di tanah Papua, Gubernur Lukas Enembe. Selain itu juga masih ada pemimpin di tanah Papua terlahir melalui tangan para perintis di sana.

Pekei juga menjelaskan dulu para orang tua bekerja itu dengan hati. Sehingga, dalam pengabdiannya para perintis berhasil kerjakan hingga akhir masa pengabdiannya. Walaupun dalam pengabdiannya melewati berbagai rintangan yang cukup besar.

Maka itu, Pekei berpesan agar anak-anak yang meneruskan agar harus kerjakan hal-hal yang jauh lebih hebat dari apa yang pernah dikerjakan oleh para perintis di Puncak dan Puncak Jaya.

“Anak-anak, jangan pernah lupakan Puncak dan Puncak Jaya. Karena, Tali pusat ada di sana. Pernah kalian hidup di sana. Jangan pernah lupakan sejarah juga,” pesannya

Sementara itu, Kepala Suku D3N, Ayub Wonda memberikan apresiasi atas hadirnya komunitas yang menghimpun seluruh para perintis dan anak cucunya yang meletakkan pembangunan kabupaten Puncak dan Puncak Jaya di kabupaten Nabire.

“Sebagai kepala suku besar, saya ucapkan terimakasih. Atas jasa pengabdian, orang Dani di Puncak dan Puncak Jaya banyak orang yang bisa sekolah sampai tinggi,” kata Wonda

Sebagai kepala suku yang memayungi empat suku yang mendiami di kabupaten Nabire, Wonda sarankan agar KOLABEPPUJA bisa rangkul seluruh komunitas para perintis dan anak cucu dari wilayah Lapago yang ada di Nabire.

Kehangatan dalam kekeluargaan sebagai keluarga besar yang pernah terjadi saat mengabdi itu terjalin kembali. Hal itu terlihat pada saat acara berlangsung para orang tua dan anak-anak saling rangkul, Peluk berbagi senyum dan tawa bersama.

Usai deklarasi KOLABEPPUJA, acara ditutup dengan makan bersama dan penghiburan oleh KOLABEPPUJA Band dan artis Nabire, Pace Black.

[Nabire,Net/Philemon Keiya]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.