INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu GSJA Sion Nabire Bersama Yayasan PESAT

Ibadah Minggu GSJA Sion Nabire Bersama Yayasan PESAT

(Ibadah Minggu GSJA Sion Nabire Bersama Yayasan PESAT)

Nabire – Bertempat di gedung Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Sion, Jalan Wolter Monginsidi Nabire telah dilaksanakan Ibadah bersama, Yayasan PESAT Nabire dengan Jemaat GSJA Sion pada hari Minggu Pagi (27/10/2019).

Kegiatan Ibadah bersama ini terlaksana berkat kerjasama Gembala Sidang Jemaat GSJA Sion  Bapak Pdt. Jasmari, S.Th, M. Pd dengan Departemen Pelayanan Yayasan PESAT Nabire.

Kegiatan Yayasan PESAT Nabire bisa dibaca juga disini.

Ibadah bersama GSJA  Jemaat Sion ini, tim pelayanan Yayasan PESAT Nabire berkesempatan untuk melayani Pemberitaan Firman Tuhan, WL, Singers, Pemain Musik, dan LCD.

Bapak Eliezer Edo Odo selaku Ketua Yayasan PESAT Nabire mengucapkan banyak terima kasih kepada Gembala, Majelis, dan seluruh Jemaat  GSJA Sion untuk kesempatan yang diberikan kepada tim pelayanan Yayasan PESAT Nabire bisa melayani.

Bagi gereja-gereja yang ingin bekerjasama dengan Yayasan PESAT Nabire dalam Ibadah bersama atau bagi para Hamba Tuhan yang ingin melayani Firman di Radio Swameka, bisa menghubungi Sekretaris Yayasan Pesat Nabire Bapak Benediktus J. W. D  Hp 085230613331 atau Tim Pelayanan Bpk Deny Kristiono Hp 081344055078

Dalam Khotbahnya Bapak Eliezer Edo Odo  mengajak merenungkan Firman Tuhan yang terambil dari :

  • Kisah Para Rasul 11:19-26

  • Kisah Para Rasul 19:23

  • 1 Petrus 2:21-23

  • 1 Yohanes 2:6

  • Yohanes 13:15

  • 1 Korintus 11:1

Kisah Para Rasul 11:19-26
Terbentuknya banyak gereja dan persekutuan dimana-mana harus dilihat sebagai karya Tuhan semata-mata. Sebab walaupun mungkin ada banyak faktor yang seolah-olah dapat menjadi alasan sehingga gereja tersebut dapat berdiri, tetapi tetap Tuhanlah yang berada di belakang itu semua. Hal yang sama juga terjadi dalam bacaan kita hari ini.

Penganiayaan dan penderitaan terhadap orang Kristen mula-mula semakin hebat. Namun, justru melaluinya penyebaran orang-orang Kristen ke berbagai tempat makin meluas (19), salah satu tempatnya adalah Antiokhia. Awal pemberitaan Injil yang sedianya hanya untuk orang Yahudi, tetapi kemudian berkembang kepada nonYahudi (Yunani) yang dilakukan oleh orang-orang Siprus dan orang Kirene (20). Sungguh menakjubkan karena Tuhan menyertai dan menambahkan jumlah orang percaya. Di satu sisi mereka diperhadapkan dengan penganiayaan, tetapi di sisi lain ada penambahan jumlah orang percaya. Ini terjadi karena ada sukacita Injil meliputi hati mereka. Inilah berita yang menguatkan bagi jemaat lainnya di Yerusalem (22).



Kumpulan jemaat baru ini pun kembali mendapat kasih Allah dengan diutusnya Barnabas yang kemudian membawa Paulus bersama-sama melayani mereka selama satu tahun. Walaupun penganiayaan kepada mereka terus berlangsung dan mereka harus siap sedia menghadapinya sewaktu-waktu, tetapi justru pengajaran firman Tuhan yang dilakukan Paulus dan Barnabas semakin meneguhkan iman percaya mereka kepada Injil. Pertama kalinya jemaat di Antiokhia disebut Kristen yaitu pengikut Kristus (26).

Kisah Para Rasul 19:23
Sebelumnya mereka tidak disebut sebagai kristen, tetapi di ayat ini mereka disebut sebagai Pengikut jalan Tuhan. Ini yg akan kita selidiki.

Apakah karena orang pergi kegereja lalu disebut kristen? Kebanyakan seperti itu. Menjadi Kristen adalah;berlaku, bertindak sama seperti Kristus. Tanpa itu kita jangan berani mengaku kristen, sebelum kita mirip dan serupa  dengan Kristus.

1 Petrus 2:21-23
1 Yohanes 2:6 (TB)  Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Yohanes 13:15 (TB)  sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Dari tiga pasal ini, Yesus sudah meninggalkan Teladan dalam hidupnya, Kristen adalah Kristus
Pengikut adalah mengikutinya.

Lebih mudah membuat jalan sendiri atau tinggal mengikuti jalan yang sudah dibuat ?  Dengan mengikuti jalan atau jejakNya, seharusnya  ini lebih mudah bukan? Karena yang paling sulit sudah Yesus kerjakan, Kita tinggal mengikutinya saja.

Apa jejak yang Yesus tinggalkan :

1. Yesus tidak berbuat dosa 1 petrus 2:22
2. Tidak ada tipu dalam mulutnya 1 petrus 2:22
3. Ketika dicaci maki Yesus tidak membalas dengan mencaci maki 1 petrus 2:23
4. Ketika menderita, Yesus tidak mengancam, tetapi Yesus menyerahkannya kepada Dia yang menghakimin dengan adil.

Kalau kita bercermin, dan melihat hidup kita, beranikah kita menyebut Kristen? Karna cerminnnya adalah sikap, tindakan dan hidup Kristus.

Arti kristen adalah Kristus terdapat di 1 Korintus 11:1. Mari kita renungkan; dalam hidup ini, kita sama sama berjuang untuk terus meneladani Kristus. Begitu kita memfokuskan diri kepada Kristus, maka kita akan makin sadar siapa diri kita, yang masih banyak salah dan kekurangan, dan kesadaran kita akan makin semangat untuk melanjutkan perjalanan bahkan berlari untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Pdt. Jasmari, S.Th, M. Pd berterima kasih kepada Yayasan PESAT Nabire atas pelayanannya, dimana bertepatan dengan Ulang Tahun jemaat GSJA Sion yang ke 12 Tahun.

Demikian juga  Bapak Yustinus Antoh, SH sebagai Ketua Diaken Jemaat GSJA Sion Nabire juga berterima kasih sekali untuk pelayanan yang diberikan oleh keluarga Yayasan PESAT Nabire, biarlah sukacita surga selalu memberikan kekuatan kepada kita semua untuk terus melayani.

Ibadah diakhiri dengan Doa Berkat oleh Bapak Eliezer Edo Odo.

[Nabire.Net/J Widya Darmaka]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.