Mainkan Laga Kandang Di Markas Lawan Selama Puasa, Perseru Serui Dirugikan PT. Liga Indonesia Baru ?

Klub kebanggaan warga Serui, Perseru Serui, semakin terpuruk di dasar klasemen sementara Liga 1 Gojek Traveloka. Dan salah satu penyebab terpuruknya Perseru adalah tidak bisa memainkan laga di markas Perseru Stadion Marora Serui selama bulan puasa. Imbasnya selama laga kandang berasa tandang yang dijalani Perseru selama Ramadhan, mereka menelan kekalahan 3 kali dari Bali United, Persija dan terakhir PS TNI yang membenamkan mereka di dasar klasemen.
Kontroversi tak bisa bermainnya Perseru di markas mereka sendiri Stadion Marora Serui, dipicu izin PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi kepada Perseru buat menunaikan laga kandangnya tidak di tempat netral, tapi justru di markas lawan.
Pertanyaan kenapa PT LIB meloloskan Stadion Marora saat proses verifikasi pun mencuat. Sebab, fakta menunjukkan markas Perseru itu inferior. Secara teknis tak memenuhi syarat buat menghelat laga malam. Lalu, kenapa pula Perseru dibolehkan melakoni laga kandang di markas lawan?
Perseru memang sangat menderita akibat situasi itu. Tapi, di balik itu, sederet lawan diuntungkan karena laga tandang di Stadion Marora dialihkan ke markas mereka. Bali United, Persija Jakarta, dan terkini PS TNI menikmati keuntungan itu. Dan, Perseru pun menggelepar di markas mereka.
Menjamu Bali United di Gianyar, Perseru tumbang 1-3. Menjamu Persija di Bekasi, Laskar Cendrawasih Jingga takluk 0-3. Minggu 18 Juni 2017 malam di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, giliran pasukan besutan Agus Yuwono kalah 0-1 dari PS TNI. Gol Sansan Fauzi di menit 45 jadi penentu.
Kontroversi itu hendaknya masuk agenda evaluasi PT LIB. Regulasi harus ditegakkan. Laga malam saat puasa Ramadan jelas menguak tantangan tersendiri, tapi bukan berarti harus permisif atas inferioritas dan pengalihan tempat berlaga yang tidak netral alias menguntungkan klub tertentu.
Selalu kalah pada laga kandang di markas lawan, Perseru terbenam di zona merah. Mereka hanya dapat enam poin dari 11 laga. Sebaliknya, kontestan yang diuntungkan dan menang berkesempatan merevisi posisi di klasemen.
(Sumber)





Tinggalkan Komentar