News & Info
Home » Blog » Proses Seleksi Caleg Asal Asalan

Proses Seleksi Caleg Asal Asalan

Kebanyakan partai politik peserta Pemilu Legislatif 2014,  tidak menyeleksi dengan baik calon legislatif yang sedang diusungnya.  Proses seleksinya asal-asalan. Penilain ini dikemukakan oleh Ketua KNPI Kabupaten Nabire, Norbertus Mote,  Sabtu (20/4).

“Ada aturan bagi  setiap partai politik, tetapi dalam seleksinya tidak transparan. Sebaiknya, figur yang direkrut  untuk mencalonkan itu harus berkualitas dari sisi intelektualitas, memiliki integritas dan punya prospek untuk  menyuarakan kepentingan umum  setelah nanti terpilih menjadi anggota dewan ,” tuturnya.

Sebagai agenda penting menyangkut penentuan nasib para legislatif yang diharapkan memperjuangkan kepentingan rakyat, maka dia  minta agar proses pencalonan untuk DPR, DPD, DPR Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota harus kedepankan aturan dan mekanisme yang sebenarnya.

“Satu hal penting adalah pimpinan parpol tidak gegabah dalam mengusung caleg. Harus selektif, melihat dari  banyak aspek, misalnya faktor pendidikan formal dari caleg, latar belakangnya, bagaimana relasi dengan  masyarakat selama ini dan   bagaimana prospeknya setelah  terpilih. Caleg itu setelah sukses akan perjuangkan  nasib rakyat, jadi jangan main-main, parpol harus pertegas soal ini,”ungkap Norbert.

Ditekankan, parpol yang bersangkutan  sangat menentukan dalam  seluruh tahapan untuk menghasilkan anggota dewan  yang berkualitas, memiliki integritas, serta  mampu menyuarakan dan memperjuangkan kebutuhan  rakyat sebagai konstituennya.  “ Pengurus partai kalau  salah rekrut dan lolos, resikonya kita semua yang akan rasakan. Jadi, menurut saya, hal ini yang perlu dipikirkan baik-baik,”  ujarnya.

Mantan  Kepala Distrik Nabire Barat ini menambahkan, kursi legislatif yang diperebutkan sangat sedikit dibandingkan  jumlah caleg dari semua parpol. Di sini perlu selektif,  dan rakyat tak usah termakan rayuan, atau utamakan unsur terentu, melainkan memilih  figur yang benar-benar  layak menjadi  wakil rakyat di  gedung parlemen.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.