Hari Raya Idul Adha merupakan implementasi dari peristiwa yang pernah terjadi pada tiga orang hamba Allah yakni Nabi Ibrahim bersama putranya Nabi Ismail dan istrinya Siti Hajar dalam mewujudkan ketaatan dan ketaqwaan dalam menjalankan perintah dari Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan ketua Majelis Ulama Indonesia kabupaten Nabire Uztad Drs Haji Muhammad Darwis ketika menyampaikan khotbah dihadapan ribuan umat muslim yang memadati Masjid Agung Al-Fallah Nabire pada sholat hari raya idul adha 10 Dzulhijah 1436 H atau bertepatan pada hari kamis tanggal 24 september 2015.
Menurut Uztad Drs Haji Muhammad Darwis, Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail serta istrinya Siti Hajar adalah sosok manusia yang telah membuktikan ketaqwaan atas perintah Allah SWT, meskipun amat berat untuk dilaksanakan karena Nabi Ibrahim diperintahkan untuk mengorbankan putra tercintanya Nabi Ismail.
Ketika perintah itu akan dilaksanakan, Allah SWT meminta Nabi Ismail digantikan dengan seekor domba atas sehingga mereka tergolong orang yang sabar, oleh karena itu atas peristiwa terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tersebut kata Uztad Drs Haji Muhammad Darwis merupakan cerminan bagi semua hamba Allah bahwa kehidupan di dunia ini tidak akan pernah lepas dari ujian dari Allah SWT, tidak hanya kepada manusia biasa tetapi juga kepada para Nabi dan para Rasul Allah SWT.
Sementara itu Sekretaris PHBI kabupaten Nabire, H. Husein Rumkel dalam laporannya mengatakan, jumlah hewan kurban yang dilaporkan oleh para PKM dan diterima oleh PHBI kabupaten Nabire sampai dengan hari kamis 24 september 2015 sebanyak 145 ekor, masing masing sapi sebanyak 128 ekor dan kambing sebanyak 17 ekor.
Dari 145 ekor sapi dan kambing tersebut kata Husein Rumkel, 2 ekor sapi merupakan sumbangan dari Gubernur Papua Lukas Enembe yang telah diserahkan kepada PHBI kabupaten Nabire untuk dibagikan kepada masjid yang belum mendapatkan hewan kurban.
Tinggalkan Komentar