Ratusan siswa peserta seleksi program Afirmasi Pendidikan untuk Papua (ADik Papua) tahun 2015 di Kabupaten Nabire mengeluh karena pengambilan nomor tes sekaligus ujian, Kamis (18/6/2015) ditunda.
Para peserta mengaku sangat kecewa karena penundaan itu dinilai kebijakan sepihak Panitia Seleksi tingkat kabupaten.
“Penundaan ini sangat merugikan kami,” ujar salah seorang peserta seleksi program ADik, Zakeus Edowai usai mendengar pengumuman penundaan tanggal pengambilan nomor seleksi .
Di hadapan ratusan peserta seleksi, Felix Giyai, staf Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Nabire mengumumkan bahwa tanggal pengambilan nomor test seleksi peserta ADik Papua diundurkan pada tanggal 28 Juni 2015 mendatang.
“Pihak panitia dan dinas tidak konsisten dengan penyampaian informasi awal. Kami sangat kecewa,” kata Edowai.
Keluhan dari para peserta seleksi karena khawatir terlambat mendaftar di Perguruan Tinggi (PT) jika gagal di program ini. Beberapa lainnya khawatir kesulitan dengan kapal laut setelah ikut test ADik Papua.
“Seharusnya tahapan seleksi dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya. Jangan ditunda. Ini kan test. Kita tidak tahu, nanti kita lulus seleksi atau tidak. Jangan sampai hanya karena tunggu test, kita terlambat mendaftar,” tuturnya kesal.
Edowai mengaku, sesuai pengumuman saat pengambilan formulir, hari ini (Kamis, 18/6/2015) pengambilan nomor test peserta sekaligus hari test seleksi.
“Panitia kenapa tunda ini? Kami bisa terlambat nanti,” ujar teman peserta lainnya.
Felix Giyai mengatakan, pihaknya hanya mengikuti acuan dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua.
“Perlu adik-adik ketahui bahwa kami juga hanya menunggu perintah dari Dinas P dan P Provinsi. Kalau informasi dari sana cepat, kami juga akan sampaikan dengan secepatnya. Pasti kami akan terbuka,” jelas Felix.
Leave a Reply