Bertempat di Aula Bayangkari Polres Nabire, senin (19/01), Binmas Polres Nabire memfasilitasi pertemuan antara suku besar Yerisiam/suku waoha dengan pihak PT.Nabire Baru, atas laporan Kepala Suku Besar Yerisiam. No Polisi : B/16/I/2015/Binmas. Tentang permasalahan hak wilayah pengambilan material dan sumber daya alam.
Dalam pertemuan tersebut, suku Yerisiam/waoha menyampikan beberapa sikap tegas, dan mendesak pihak PT.Nabire Baru untuk merealisasikan beberapa permintaan. Dan terhitung mulai dikeluarkan pernyataan sikap maka, aktifitas perusahan hari ini diberhentikan.
Menurut Kepala Suku Besar Yerisiam (SP.Hanbora), pemberhentian aktivitas oleh suku besar yerisiam/suku waoha, dilapangan akan di mulai pada hari rabu (21/01) dengan pengawalan penanggung jawab meliter di nabire dalam hal ini Kapolres, Dandim 1705 P/N dan Komandan Batalyon 753 Arvita.
“Secara sah dan resmi aktivitas perusahan PT.Nabire Baru sudah diberhentikan tadi, lewat pernyataan tertulis yang kami sampaikan kepada PT.Nabire Baru disaksikan pihak kepolisian diwakili bagian Binmas” Kata SP.Hanebora..
Lanjut SP Hanebora, untuk pemberhentian lapangan dan memasang palang pelarangan aktivitas oleh suku besar kepada PT.Nabire Baru, akan dilakukan pada hari Rabu. Kami Besok (Selasa, 20/01/2015) akan meminta Kapolres, Dandim dan Danyon 753 untuk mengawal kami dalam proses penyegelan dan pemasangan palang pelarangan.
Kenapa kami meminta Kapolres, Dandim dan Danyon 753 untuk mengawal kami, karena, kalau kami yang melakukan pemalangan sendiri, faktor keamanannya tidak terjamin, karena pihak perusahan akan akan mempropaganda kami dengan PAM Brimob Swakarsa yang selama ini membackup pekerjaanya. Maka itu kami meminta bantuan penanggung jawab militer di daerah ini, pungkas SP Hanebora.
Leave a Reply