Gubernur Papua Lukas Enembe menggunakan helikopter ketika melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Paniai, setelah berkunjung ke Kabupaten Nabire. Gubernur Lukas bertolak dari Nabire ke Paniai, Selasa pagi, setelah sebelumnya membuka Musyawarah Besar HIV/AIDS dan pemberantasan minuman keras pada Senin (17/11).
Musyawarah HIV/AIDS dan pemberantasan minuman keras itu berlangsung sejak 17 – 20 November 2014, yang digelar di Gedung Gereja Kristus Raja Siriwini, Nabire.
Pada momentum musyawarah itu, Gubernur Papua mengimbau tiga bupati di wilayah adat Meepago bersatu dan saling membantu dalam menjalankan tugas.
“Para bupati di wilayah adat harus bersatu dan saling membantu, tidak boleh mengambil kebijakan sendiri di wilayah kepemimpinannya masing-masing,” kata Lukas.
Wilayah adat Meepago meliputi daerah Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Mimika.
Ketiga bupati yang diajak oleh Gubernur Papua agar bersatu yakni Bupati Paniai Hengki Kayame, Bupati Nabire Isaias Douw dan Bupati Deiyai Dance Takimai.
“Harus bersatu, tidak boleh satu pejabat bilang ini wilayah saya, sehingga tidak boleh diatur tidak menerima masukan apapun,” ujarnya.
Mantan bupati Puncak Jaya itu juga meminta kepada para bupati agar tidak main-main dalam menjalankan tugas yang diemban.
“Jangan main-main dalam bekerja, tidak boleh makan gaji buta tanpa bekerja, jangan hanya tinggal saja begitu di rumah lalu makan gaji buta,” ujarnya.
Setelah berkunjung ke Paniai, dijadwalkan Gubernur Lukas akan mengunjungi Kabupaten Mimika, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya lalu kembali ke Jayapura.
Gubernur membawa serta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, serta wartawan, dalam serangkaian kunjungan kerja ke beberapa kabupaten di bagian tengah Pulau Papua itu.
Leave a Reply