Pembangunan Kabupaten Nabire yang kian hari berubah disertai bertambahnya pengguna jalan, maka sejumlah ruas jalan di kota ini pada jam jam tertentu sering mengalami kepadatan. Salah satu jalan yang sering terjadi macet karena banyaknya kendaraan yaitu di wilayah Bumi Wonorejo.
Sebutlah Mikhael Zonggonau, tokoh pemuda yang juga warga Wonorejo mengatakan, berhubung sering macet di wilayah ini, terutama pada pagi hari dan sore, maka dirinya meminta agar pemerintah membuka jalur baru yang dapat menghubungkan antara Karang ke Wonorejo.
Jalur yang diminta yaitu, dari Gereja Effata Karang Barat tembus ke Wonorejo jalur dua. Menurutnya, jalur ini bisa dibuka, agar pada jam jam sibuk, kendaraan tidak berdesakan dan lancar.
Dirinya berharap agar pemerintah bisa anggarkan sekaligus dengan pembangunan jembatan kali Nabire di jalur tersebut.
Tahun lalu, Barnabas Kedeikoto, warga belakang jalan Effata pernah usul agar pemerintah dapat mengaspal hingga kali Nabire. Bila perlu buka jalur tersebut tembus Wonorejo.
Menurut Kedeikoto, pemekaran wilayah membuat banyak kendaraan berhamburan di Nabire sebagai ibu kota kabupaten induk. “Jadi hal ini menjadi perhatian kedepan,” ujar Kedeikoto.
Jalur lain menurut Kedeikoto yaitu jalan menuju Kaliharapan hingga penjara di KPR Siriwini. “Saya merasa heran. Kok jalan yang sudah diaspal, diaspal lagi. Hal ini pemandangan kurang baik bagi kami rakyat”, ujar Kedeikoto tempo lalu.
Tinggalkan Komentar