Keberadaaan Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat dalam peningkatan toleransi dan kerukunan pada kehidupan beragama memiliki arti yang sangat penting dan strategis. Hal tersebut dijelaskan oleh Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Nabire Bidang Hukum, Drs,I Pilatus Sem Waromi,MM, pada penutupan kegiatan Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Dalam Kehidupan Beragama di kabupaten Nabire Tahun 2014 yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol & Linmas) Provinsi Papua bekerja sama dengan Kantor Sosial Politik kabupaten Nabire, Jumat pagi (07/11).
Menurut Gubernur Lukas Enembe di era sekarang ini, masyarakat seharusnya sudah tidak lagi menjadi penonton dan apatis tetapi masyarakat sudah harus menjadi pioneer dan pelaku pembangunan di suatu daerah. Masyrakat harus lebih kreatif dan inovatif dan ikut menentukan sukses tidaknya suatu pembangunan di suatu daerah.
Gubernur Lukas Enembe juga menenkankan diperlukan upaya secara bersama-sama membangun persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan dengan perbuatan nyata guna mencapai masyarakat yang kuat, maju, mandiri, aman, dan sejahtera di tanah Papua tercinta demi terwujudnya Papua bangkit, Mandiri dan Sejahtera”.
Acara Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Dalam Kehidupan Beragama di kabupaten Nabire Tahun 2014 yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol & Linmas) provinsi Papua bekerja sama dengan Kantor Sosial Politik kabupaten Nabire tersebut diikuti oleh para Tokoh Adat yang sebagian besar merupakan anggota FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Nabire., Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh pemuda, dan berlangsung selama 2 hari sejak 6 s/d 7 november 2014.
Tinggalkan Komentar