Boaz Solossa membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi salah satu momok menakutkan bagi Pelita Bandung Raya (PBR). Dari 12 kali pertemuannya bersama tim tersebut, dirinya berhasil mencetak 15 gol. Termasuk saat mengandaskan sang tamu 2-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, selasa (4/11).
Selain mempertahankan dominasinya atas PBR, dua gol tersebut semakin membuktikan kapasitasnya sebagai seorang decision maker atau “sang pembuat keputusan”. Sebab, dari kakinya, nasib Persipura dipertaruhkan.
“Saya tidak suka jika semua ini hanya karena dua gol saya. Teman-teman berjuang keras dalam mencapai final ini. Kami berterima kasih pada Tuhan karena kami bisa sampai disini. Sekarang, fokus kami tertuju pada laga puncak (final),” ujarnya ketika ditemui di ruang ganti selepas laga.
Dirinya menyatakan bahwa banyak sekali permasalahan yang terjadi dalam timnya. Termasuk yang terbaru hengkangnya Jacksen Ferreira Tiago disaat tim itu sedang membutuhkan kemenangan di babak delapan besar. “Kami saling menguatkan satu sama lain bahwa tanpa coach Jacksen pun kami masih bisa berbuat banyak. Terbukti, duet pelatih Mettu Duaramury-Chris Yarangga berhasil memberikan kenyamanan bagi kami,” paparnya.
Sementara itu PT Liga Indonesia (PT LI) akhirnya mengumumkan kepastian tuan rumah babak final Indonesia Super League (ISL) 2014 bukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta melainkan tetap berada di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang (7/11).
Keputusan tersebut resmi diumumkan operator yang menaungi kompetisi profesional Indonesia itu kemarin malam (05/11).
Leave a Reply